JAKARTA – Arena balap MotoGP tengah diwarnai manuver strategis yang intens, memicu spekulasi mengenai pergeseran aliansi tim dan pabrikan. Fokus utama tertuju pada VR46 Racing Team milik legenda Valentino Rossi, yang dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri kemitraan dengan Ducati dan beralih menggunakan motor Aprilia. Langkah ini tidak hanya akan mengubah peta persaingan, tetapi juga berpotensi memperkuat Aprilia secara signifikan.
Sejak 2022, VR46 Racing Team telah menjadi tim satelit Ducati, bahkan kemudian naik status menjadi tim satelit utama pada musim 2024 menyusul kepindahan Pramac ke Yamaha. Selama tiga musim kerja sama, kolaborasi ini menghasilkan empat kemenangan dan 34 podium, menunjukkan konsistensi di papan atas klasemen.
Namun, di balik catatan impresif tersebut, performa tim di lintasan belakangan ini justru memicu keraguan. Meski berhasil mengumpulkan 13 podium dan finis ketiga di klasemen tim, VR46 belum mampu meraih kemenangan dalam periode tertentu, berbeda dengan tim satelit Ducati lainnya, Gresini Racing, yang justru tampil lebih menonjol melalui duet Alex Marquez dan Fermin Aldeguer.
Kondisi tersebut memperkuat rumor bahwa VR46 bisa berpisah dari Ducati pada akhir musim 2026.
Isu keretakan hubungan antara VR46 dan Ducati semakin diperkuat oleh insiden pada tes Misano. Saat itu, pembalap pabrikan Ducati, Pecco Bagnaia, dilaporkan secara diam-diam mencoba motor GP24 milik Franco Morbidelli dari tim VR46. Kabar ini, yang kemudian dikonfirmasi oleh Pablo Nieto dari siaran resmi MotoGP, disebut membuat pihak Ducati tidak senang karena seharusnya informasi tersebut tidak bocor ke publik.
Menurut laporan media Italia, Rossi disebut mulai membuka peluang untuk menggunakan motor Aprilia. Menariknya, jika VR46 benar-benar memutuskan untuk beralih, Aprilia tidak berencana mengganti tim satelitnya saat ini, Trackhouse. Ini berarti Aprilia berpotensi memiliki dua tim satelit sekaligus, sebuah keuntungan besar dalam pengumpulan data dan pengembangan motor. Produsen asal Italia ini memang tengah menunjukkan perkembangan pesat di MotoGP.
Sementara itu, keputusan VR46 untuk berpisah akan meninggalkan lubang besar bagi Ducati. Pabrikan Borgo Panigale tentu tidak ingin kehilangan jumlah tim satelitnya. Dalam skenario ini, tim Tech3 milik KTM, yang juga berada dalam kondisi tidak pasti dan mungkin mencari pabrikan baru, menjadi kandidat paling masuk akal untuk menggantikan posisi VR46 sebagai mitra utama Ducati.
Pada akhirnya, legenda MotoGP Valentino Rossi kini menghadapi dilema besar: bertahan dengan Ducati, pabrikan yang telah menemaninya dalam tiga musim terakhir, atau membuka babak baru yang menjanjikan bersama Aprilia. Pilihan ini akan menentukan tidak hanya arah VR46 Racing Team, tetapi juga dinamika persaingan di kelas utama MotoGP dalam beberapa musim ke depan.

