Jakarta – Marc Marquez, pembalap tim Ducati Lenovo, membuka kemungkinan pensiun lebih cepat dari dunia MotoGP. Pernyataan ini memicu spekulasi tentang masa depannya di ajang balap motor paling bergengsi tersebut.
Pembalap berusia 32 tahun ini mengungkapkan bahwa kondisi fisik menjadi pertimbangan utama dalam keputusannya.
“Hal tersulit bagi seorang atlet adalah mengetahui kapan dan bagaimana cara pensiun, dan berapa lama harus terus berkarir,” ujar Marquez.
Marquez mengakui bahwa tuntutan fisik yang berat dari MotoGP dapat mempercepat keputusannya untuk gantung helm.
“Saya sudah tahu saya akan pensiun lebih cepat karena tubuh saya akan memaksa saya lebih keras daripada pikiran saya,” tambahnya.
Pernyataan ini muncul di tengah performa impresif Marquez setelah pulih dari cedera lengan serius yang sempat mengancam kariernya. Ia berhasil merebut gelar kelas utama ketujuhnya musim lalu.
Meskipun sempat absen di empat seri terakhir musim 2025 akibat cedera bahu, Marquez tetap dianggap sebagai salah satu kandidat juara musim 2026.
Kontrak Marquez dengan Ducati akan berakhir pada akhir tahun ini, bertepatan dengan perubahan regulasi MotoGP pada 2027. Hal ini menambah lapisan ketidakpastian mengenai masa depannya.
Di sisi lain, Marquez berpeluang untuk mengejar beberapa rekor milik legenda MotoGP, Valentino Rossi.
Setelah menyamai gelar juara dunia MotoGP, Marquez hanya membutuhkan beberapa balapan lagi untuk memecahkan rekor pole position dan podium yang saat ini masih dipegang Rossi.
Selain membahas kariernya, Marquez juga mengungkapkan keinginan untuk memiliki anak, tetapi ia tidak ingin anaknya mengikuti jejaknya sebagai pembalap.
“Aku tidak akan menyukainya,” kata Marquez. Ia khawatir beban warisan nama besarnya akan terlalu berat bagi sang anak.
“Warisan saya akan menjadi beban yang berat,” pungkasnya.

