LEIPZIG – Crystal Palace mencatatkan sejarah emas dengan menjuarai UEFA Conference League 2025/26. Klub berjuluk The Eagles tersebut memastikan gelar juara Eropa pertama mereka setelah menaklukkan wakil Spanyol, Rayo Vallecano, dengan skor tipis 1-0 pada laga final di Leipzig Arena, Kamis (29/5/2026) dini hari WIB.
Gol tunggal kemenangan Crystal Palace dicetak oleh Jean-Philippe Mateta pada menit ke-50. Kemenangan ini sekaligus menjadi kado perpisahan yang manis bagi pelatih Oliver Glasner yang resmi mengakhiri masa baktinya di Selhurst Park musim ini.
Pertandingan final berlangsung sengit sejak awal. Kedua tim bermain agresif, namun disiplin lini pertahanan membuat peluang emas sulit tercipta sepanjang babak pertama. Rayo Vallecano sempat mengancam melalui upaya Alemao dan Unai Lopez, sementara Crystal Palace membalas lewat sundulan Tyrick Mitchell. Namun, skor kacamata tetap bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Crystal Palace meningkat. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-50. Tembakan keras Adam Wharton dari luar kotak penalti sempat ditepis kiper Augusto Batalla, namun bola muntah dengan sigap disambar Jean-Philippe Mateta menjadi gol.
Unggul satu gol membuat The Eagles semakin percaya diri. Yeremy Pino nyaris menggandakan keunggulan lima menit berselang, namun tendangan bebasnya membentur tiang gawang. Di sisi lain, Rayo Vallecano terus menekan untuk menyamakan kedudukan melalui aksi Sergio Camello dan Florian Lejeune, namun buruknya penyelesaian akhir membuat mereka gagal mencetak gol hingga peluit panjang dibunyikan.
Keberhasilan ini menjadi penutup sempurna bagi karier Oliver Glasner di Crystal Palace. Sang pelatih asal Austria merasa bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang mampu meraih trofi Eropa setelah sebelumnya juga sukses mengangkat Piala FA.
“Saya katakan kepada para pemain, raihlah apa yang memang pantas kalian dapatkan. Klub, penggemar, dan pemain layak mendapatkan pencapaian ini,” ujar Glasner selepas laga.
Glasner memberikan apresiasi khusus kepada para pemain yang telah bekerja keras dan percaya pada metodenya selama dua tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa kesuksesan ini adalah hasil dari komitmen tinggi seluruh anggota skuad.
Sorotan juga tertuju pada gelandang muda Adam Wharton. Meski sempat diragukan tampil akibat cedera pergelangan kaki, ia tetap bermain dan memberikan kontribusi krusial melalui tembakan yang memicu terjadinya gol kemenangan.
“Ada banyak keraguan apakah saya bisa bermain, namun saya tidak mungkin melewatkan laga final,” tutur Wharton.
Sebagai penutup, Glasner menyampaikan salam perpisahan hangat kepada para jurnalis yang telah meliput perjalanannya selama dua musim di Inggris. Ia bangga bisa membawa Crystal Palace ke kancah Eropa dan berharap klub tersebut terus bersinar di masa depan.

