JAKARTA – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar pada Selasa, 26 Mei 2026.
Berdasarkan hasil rapat, perusahaan menetapkan laba bersih sebesar Rp112,84 miliar akan dialokasikan untuk memperkuat posisi keuangan. Sebanyak Rp5 miliar dari laba tersebut akan digunakan sebagai cadangan wajib sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas.
“Sisanya, sebesar Rp107,84 miliar akan dibukukan sebagai saldo laba untuk mendukung kegiatan usaha perseroan,” tulis manajemen APLN dalam keterbukaan informasi, Kamis (28/5/2026).
Keputusan ini diambil di tengah penurunan kinerja keuangan perusahaan. Sepanjang 2025, APLN mencatatkan laba bersih sebesar Rp112,84 miliar, turun signifikan sebesar 82,19% secara tahunan (*year-on-year*) dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp633,86 miliar.
Pendapatan usaha perseroan juga mengalami kontraksi sebesar 36,05% menjadi Rp3,56 triliun. Penjualan rumah tinggal tercatat sebagai kontributor terbesar dengan nilai Rp1,06 triliun, diikuti oleh penjualan apartemen sebesar Rp588,18 miliar, penjualan tanah Rp247,18 miliar, dan penjualan rumah toko (ruko) sebesar Rp243,49 miliar.
Selain pendapatan dari penjualan properti, APLN juga membukukan *recurring income* atau pendapatan berulang sebesar Rp1,36 triliun. Pendapatan ini bersumber dari lini bisnis hotel serta penyewaan pusat perbelanjaan.
Saat ini, portofolio properti komersial yang dikelola APLN meliputi sejumlah mal ternama seperti Senayan City, Kuningan City, Baywalk Mall, Emporium Pluit Mall, Central Park Mall, Central Park 2, Festival Citylink, DeliPark Mall Medan, dan Plaza Balikpapan. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan sejumlah hotel, di antaranya Pullman Grand Central Bandung dan Hotel Indigo Bali Seminyak Beach.

