Tangerang – Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan bantuan pendampingan dan rehabilitasi sosial bagi anak berhadapan hukum (ABH) berinisial F, pelaku peledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sementara itu, polisi menyatakan kondisi F belum pulih sehingga belum layak untuk diperiksa, sementara tiga dari total 96 korban luka-luka masih menjalani perawatan intensif.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa pendampingan melalui layanan rehabilitasi sosial dan trauma healing ini bertujuan agar proses pemulihan F berjalan optimal.
“Salah satu peran Kemensos nanti mungkin pada masa-masa rehabilitasi. Jadi, masa-masa rehabilitasi kita akan coba memberikan pendampingan yang bekerja sama dengan Kepolisian,” ujar Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu, Sabtu (22/11/2025).
Gus Ipul menambahkan, rehabilitasi ABH tersebut akan melibatkan lembaga yang berpengalaman dalam deradikalisasi serta layanan psikososial. “Tugas Kementerian Sosial, kita membantu untuk melakukan semacam proses rehabilitasi,” katanya.
Dalam upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, Gus Ipul juga membahas rencana pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus. Pembentukan satgas ini masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Gus Ipul, Presiden memiliki atensi serius terhadap insiden tersebut dan telah menugaskan sejumlah menteri, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), untuk mengambil langkah-langkah mitigasi.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta, ABH F, belum layak untuk diperiksa oleh penyidik. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan kondisi F belum pulih sempurna.
“Dari dokter menyatakan itu belum (layak dimintai keterangan), karena dia masih bengong, terus ngomong sebentar kadang masih kayak belum pulih sepenuhnya,” kata Budi pada Jumat, 21 November 2025.
Budi menjelaskan, dokter baru saja melepas alat bantu makan F, dan pelaku masih dalam tahap adaptasi pemulihan. “Kondisi ABH beberapa waktu lalu sudah lepas selang untuk makanan, tetapi penyidik harus berkoordinasi dengan dokter medis serta dokter psikis yang menangani ABH,” ungkap Budi.
Saat ini, penyidik masih terus memeriksa kerabat pelaku dan saksi anak-anak yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Sebanyak 96 orang mengalami luka-luka akibat ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta pada 7 November 2025. Hingga 21 November 2025, tiga korban masih dirawat intensif di rumah sakit.
Kombes Budi Hermanto merinci, ketiga korban tersebut tersebar di Rumah Sakit Yarsi, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan Rumah Sakit Polri Kramat Jati. “Tinggal tiga (korban dirawat). Satu di RS Yarsi, 1 RSCM, dan 1 RS Polri,” kata Budi.
Sementara itu, 93 korban lainnya telah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan penanganan medis.

