Jakarta – Penggabungan tujuh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya ditargetkan rampung pada tahun 2026. Proses penyatuan aset, sumber daya manusia, dan kepatuhan ini akan dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan diharapkan tuntas pada semester kedua tahun tersebut.
Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika), Agung Budi Waskito, menyatakan bahwa rencana penggabungan usaha tersebut akan rampung pada semester I 2026. “Sehingga proses penggabungan dapat dilaksanakan pada semester II tahun 2026,” ujarnya dalam paparan publik di Bursa Efek Indonesia.
Tujuh BUMN Karya yang akan digabungkan adalah PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT PP (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).
Agung menjelaskan, Danantara berencana menyatukan ketujuh BUMN Karya ini menjadi tiga klaster. Pembentukan klaster tersebut saat ini masih dalam proses, dengan masing-masing BUMN tengah mempersiapkan diri untuk pembentukan klaster tersebut.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Muhammad Hanugroho, mengonfirmasi bahwa proses penggabungan masih berlangsung. Sembari menunggu, Waskita Karya fokus mempercepat divestasi guna menekan beban utang dan biaya dana (cost of fund) yang tinggi.
“Kami juga menjaga dukungan berkelanjutan selama proses integrasi dengan Danantara dan BP BUMN,” kata Hanugroho. Ia menambahkan, merger ini meliputi penyatuan aset, sumber daya manusia, dan kepatuhan.


