Ekonomi

Wall Street Melejit ke Rekor Baru, Harapan Akhir Shutdown Mendorong, Saham AI Tertekan

New York – Indeks Wall Street mencetak rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Selasa (11/11/2025) waktu AS, didorong optimisme pasar akan penyelesaian penutupan pemerintahan. Namun, kenaikan ini diwarnai tekanan signifikan pada saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang justru mengalami penurunan.

Dow Jones melesat 1,18 persen ke level 47.927,96 dan S&P 500 naik 0,21 persen ke 6.846,61. Berbeda, Nasdaq yang didominasi saham teknologi melemah 0,25 persen ke 23.468,30, mencerminkan koreksi pada sektor AI.

Kenaikan indeks utama terutama dipicu kabar positif dari Washington. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali dari masa reses untuk melakukan pemungutan suara yang diharapkan mengakhiri kebuntuan anggaran. Platform taruhan Polymarket bahkan memprediksi kesepakatan akan tercapai penuh pada pekan ini.

“Pasar bereaksi terhadap ekspektasi bahwa *shutdown* akan segera berakhir,” ujar Sam Stovall, Chief Investment Strategist di CFRA Research. Ia menambahkan, pemerintah akan kembali bekerja, data ekonomi dirilis, dan ketidakpastian akhirnya mereda.

Di tengah euforia pasar, saham-saham AI dan teknologi justru menjadi beban. Raksasa teknologi Jepang, SoftBank Group, mengumumkan penjualan saham Nvidia senilai 5,8 miliar dollar AS, menyebabkan saham pembuat cip tersebut anjlok hampir 3 persen.

Telkom Siapkan Rp 4 Triliun untuk Buyback, Simak Rekomendasi Saham TLKM

Sementara itu, CoreWeave anjlok lebih dari 16 persen setelah memangkas proyeksi pendapatan tahunan. Pemangkasan ini disebabkan oleh gangguan operasional pada pusat datanya.

Laporan tenaga kerja dari ADP juga menunjukkan adanya pelemahan. Sektor swasta tercatat kehilangan rata-rata 11.250 pekerjaan per minggu dalam empat pekan yang berakhir 25 Oktober, menambah kekhawatiran akan perlambatan ekonomi.

Dari ranah politik, Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan serius. Ia menyebut potensi bencana ekonomi dan keamanan nasional jika Mahkamah Agung menolak penggunaan *Emergency Powers Law* untuk memberlakukan kebijakan tarif besar-besaran.

Di sektor korporasi, Occidental Petroleum naik tipis 0,1 persen setelah membukukan laba kuartal III-2025 yang melampaui ekspektasi. Paramount Skydance melonjak hampir 10 persen menyusul pengumuman rencana pemangkasan biaya dan investasi 1,5 miliar dollar AS di bisnis *streaming* serta studio filmnya.

Secara sektoral, 10 dari 11 sektor dalam indeks S&P 500 mencatatkan penguatan. Sektor kesehatan memimpin dengan lonjakan 2,33 persen, didorong kenaikan saham Eli Lilly, Johnson & Johnson, dan AbbVie, yang masing-masing naik lebih dari 2 persen.

Dapatkan Diskon 30 Persen Tiket Kereta Ekonomi Selama Libur Sekolah

Aktivitas perdagangan cenderung ringan dengan volume transaksi hanya mencapai 15,3 miliar saham, di bawah rata-rata 20 sesi sebelumnya yang sebesar 20,8 miliar saham. Hal ini karena pasar obligasi AS ditutup memperingati Hari Veteran.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru