Kudus, Gonesia.com – Sebanyak 36 pebulutangkis muda dari berbagai penjuru tanah air resmi mengamankan tiket menuju tahap karantina dalam ajang Audisi Umum PB Djarum 2026.
Keberhasilan para atlet belia ini tercapai setelah mereka menuntaskan rangkaian seleksi ketat selama lima hari, sejak 9 hingga 13 September, di GOR Djarum Jati, Kudus.
Proses seleksi panjang tersebut berhasil menyaring talenta-talenta terbaik dari total 1.601 peserta yang datang dari berbagai wilayah, mulai dari Pulau Sumatera hingga Papua.
Para peraih Super Tiket ini terdiri dari 18 atlet yang lolos melalui jalur turnamen di kelompok usia U-11, KU 11, dan KU 12.
Sementara itu, 18 atlet lainnya berhasil mendapatkan tempat melalui jalur pemantauan khusus oleh Tim Pencari Bakat PB Djarum.
Tahap selanjutnya bagi para atlet muda ini adalah menjalani masa karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum.
Selama masa karantina, mereka akan menghadapi dua fase eliminasi untuk menguji kemampuan teknis serta mentalitas bertanding.
Bagi mereka yang berhasil melampaui fase tersebut, Djarum Beasiswa Bulu Tangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation akan diberikan sebagai pintu masuk menjadi atlet binaan PB Djarum.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, menyatakan bahwa antusiasme peserta tahun ini menunjukkan keberlanjutan regenerasi atlet bulutangkis Indonesia.
“Kami mengapresiasi kepada orang tua, pelatih, dan anak-anak atlet usia dini yang selalu menanti penyelenggaraan Audisi Umum. Itu artinya, kaderisasi mata rantai bulutangkis Indonesia tetap terpelihara dengan baik. Selamat untuk yang lolos ke Tahap Karantina, tapi ini baru permulaan karena tantangan selanjutnya akan semakin berat. Bahkan, jika nanti masuk PB Djarum pun level persaingannya akan lebih tinggi lagi. Jadi para peserta harus bersiap,” ujar Yoppy sebagaimana dikutip dari JPNN.com.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, menegaskan bahwa perjuangan para atlet belum berakhir di tahap ini.
Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesiapan fisik serta mental selama menjalani karantina mendatang.
“Selamat kepada para peserta Audisi Umum PB Djarum yang berhasil mendapatkan Super Tiket. Perjuangan belum berakhir karena masih ada fase karantina. Jadi, semua peserta harus mempersiapkan diri lebih matang lagi mulai dari fisik hingga mental. Tetap disiplin, terus memberikan yang terbaik dan ikuti arahan pelatih,” ungkapnya.
Bagi peserta yang belum berhasil, ia memberikan motivasi agar tetap semangat berlatih untuk kesempatan di masa mendatang.
“Tidak menutup kemungkinan dua atau tiga tahun ke depan apabila kalian berlatih dengan giat, akan menjadi yang terbaik. Sampai bertemu di Audisi Umum PB Djarum 2027 #TeruskanSemangatJuara,” lanjut Sigit.
Salah satu peserta yang lolos, Aldi Aprian Nugraha, mengaku telah melakukan persiapan intensif selama satu tahun terakhir demi menembus seleksi ini.
“Sejak tahun lalu, Saya fokus latihan, memperbaiki kekurangan, makan juga dijaga jangan sampai telat dan nggak boleh sering pegang handphone. Makanya sekarang senang sekali bisa lolos tahap turnamen. Sekarang saya harus mempersiapkan diri supaya bisa lebih bagus lagi pada saat di karantina,” tutur Aldi.
Pencapaian serupa dirasakan oleh Adibha Fitria, atlet asal Samarinda yang berhasil meraih Super Tiket melalui jalur pilihan Tim Pencari Bakat.
“Senang banget rasanya (bisa masuk tahap karantina) karena aku memang mau masuk PB Djarum supaya bisa jadi pemain dunia. Ini kedua kalinya aku ikut Audisi Umum, tahun lalu aku baru main satu kali langsung kalah. Terus tahun ini ikut lagi dan berhasil ke Babak 16 Besar dan nggak menyangka bisa dapat Super Tiket. Semoga di tahap karantina nanti aku bisa membuktikan kemampuan ku ke tim pelatih,” ujarnya.


