Ekonomi

Wall Street Menguat, Saham AI Pimpin Reli Jelang Laporan Keuangan

New York, Fenesia.com – Optimisme investor terhadap potensi keuntungan masif dari sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sukses mendorong bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/7/2026).

Indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan sebesar 0,72% hingga bertengger di level 7.537,43.

Indeks Nasdaq Composite turut melesat signifikan sebesar 1,12% ke posisi 26.121,16.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat tipis 0,29% ke level 53.055,91.

Reli pasar saham kali ini secara dominan dipimpin oleh sektor teknologi dan produsen semikonduktor.

Wall Street Menguat Didorong Pemulihan Saham Chip Jelang Rilis Data Ekonomi

Saham produsen chip Broadcom tercatat melonjak 3,7% setelah perusahaan mengumumkan perpanjangan kerja sama strategis dengan Apple hingga 2031.

Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan dan pasokan berbagai chip khusus yang akan digunakan pada perangkat masa depan Apple.

Sentimen positif ini berhasil mengangkat indeks sektor teknologi S&P 500 naik sebesar 1,3%.

Indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) juga ikut terdongkrak naik 2,2% setelah sempat mengalami tekanan koreksi selama dua sesi berturut-turut.

“Pasar saat ini hanya digerakkan oleh sejumlah saham teknologi tertentu. Jika investor tidak memiliki eksposur pada saham teknologi atau semikonduktor, mereka praktis tertinggal dari reli pasar,” ujar Chief Executive Officer Longbow Asset Management Jake Dollarhide dikutip dari Reuters pada Senin (6/7/2026).

Prabowo Tugaskan Danantara Garap Proyek Listrik Lintas Batas RI-Singapura

Dia menambahkan, reli yang terjadi saat ini masih menyimpan risiko kerentanan yang cukup tinggi.

Ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut bisa berubah jika suku bunga tetap dipertahankan pada level tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Antusiasme pasar terhadap AI juga tercermin dari langkah emiten global lainnya, seperti rencana pencatatan saham produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, di bursa Nasdaq.

Langkah ini dilakukan untuk menarik minat investor yang sedang giat memburu portofolio berbasis teknologi AI.

Namun, tidak semua perusahaan teknologi mencatatkan kinerja positif di tengah euforia ini.

BRI Cetak Laba Rp15,5 Triliun, Genjot Dividen dan Kredit

Saham Microsoft justru melemah hampir 1% pasca pengumuman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.800 karyawannya.

Jumlah tersebut setara dengan 2,1% dari total tenaga kerja yang dimiliki oleh perusahaan tersebut secara global.

Chairman Great Hill Capital LLC Thomas Hayes menilai langkah efisiensi ini menunjukkan adanya keraguan dari investor.

Dia menyebut investor mulai mempertanyakan besarnya belanja modal atau capital expenditure (CapEx) Microsoft yang belum menghasilkan imbal hasil yang jelas.

Di sektor lain, indeks aktivitas jasa AS yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) tercatat berada di level 54,0 pada Juni.

Angka ini dinilai sesuai dengan ekspektasi pasar dan masih mencerminkan ekspansi ekonomi yang stabil.

Fokus pelaku pasar kini beralih pada rilis laporan keuangan kuartal II-2026 yang akan dimulai dalam beberapa hari ke depan.

Data LSEG I/B/E/S memproyeksikan laba emiten anggota S&P 500 akan tumbuh sekitar 24% secara tahunan.

Sektor teknologi diprediksi menjadi motor utama dengan lonjakan laba yang diperkirakan mencapai 65%.

Sejumlah emiten besar seperti Delta Air Lines dan PepsiCo dijadwalkan akan merilis kinerja keuangan mereka pekan ini.

Pasar juga tengah menantikan risalah rapat Federal Reserve yang akan diumumkan pada Rabu (8/7/2026).

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan 29 Juli kini hanya berada di kisaran 25%.

Komentar