Jakarta, Gonesia.com – Harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 8,02 persen pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (3/6/2026).
Emiten pertambangan ini ditutup pada level Rp 3.500 per saham.
Kenaikan ini menjadi sentimen positif setelah sebelumnya saham AMMN sempat tertekan hingga ke level Rp 3.080 pada akhir Juni 2026.
Pergerakan harga saham tersebut ditengarai dipicu oleh aksi korporasi internal yang dilakukan oleh jajaran direksi perusahaan.
Para petinggi Amman Mineral secara aktif melakukan akumulasi pembelian saham di pasar modal.
Berdasarkan Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, Direktur AMMN, Anthony Robert Mathias, tercatat memborong sebanyak 1,413 juta saham.
Jumlah tersebut setara dengan 0,002 persen dari total hak suara perusahaan.
Anthony melakukan pembelian di rentang harga Rp 3.120 hingga Rp 3.300 per saham.
Transaksi tersebut berlangsung dalam periode 1 Juli hingga 2 Juli 2026.
Dikutip dari dokumen resmi perusahaan, Anthony menyatakan bahwa transaksi ini dilakukan murni untuk kepentingan investasi pribadi.
Total dana yang digelontorkan Anthony untuk aksi beli saham tersebut mencapai Rp 4,53 miliar.
Langkah serupa juga diambil oleh Direktur AMMN lainnya, Arief Widyawan Sidarto.
Arief menambah porsi kepemilikan sahamnya dari semula 79,056 juta lembar menjadi 80,65 juta lembar.
Artinya, kepemilikan saham Arief meningkat dari 0,109 persen menjadi 0,111 persen.
Transaksi tersebut dilakukan pada 30 Juni 2026 sebanyak 1,6 juta saham.
Arief membeli saham tersebut dengan harga Rp 3.105 per saham.
Nilai transaksi yang dilakukan Arief tercatat mencapai Rp 4,97 miliar.
Aksi beli oleh para direktur ini memberikan sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek kinerja perusahaan ke depan.
Secara fundamental, valuasi saham AMMN saat ini dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang cukup lebar.
Konsensus analis yang dihimpun Bloomberg menunjukkan bahwa harga saham saat ini masih berada jauh di bawah target harga rata-rata.
Sebanyak 13 analis memproyeksikan harga saham AMMN dapat mencapai level Rp 6.450 per saham.
Proyeksi tersebut memberikan potensi imbal hasil atau return sekitar 84,3 persen dari harga penutupan terakhir.
Sentimen positif ini juga diperkuat oleh pandangan para analis pasar modal.
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey, baru saja memperbarui proyeksi saham AMMN.
Andhika menetapkan target harga saham di angka Rp 6.000 per saham.
Pihaknya sekaligus memberikan rekomendasi buy atau beli bagi para investor.
Kombinasi antara aksi beli direksi dan optimisme analis pasar menjadi katalis utama penguatan saham AMMN di bursa.
Pergerakan saham ini sejalan dengan tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga naik 2,28 persen ke posisi 5.875 pada hari yang sama.

