Sport

Fardhan Rainanda Joe Ungkap Tantangan Raih Perak Kejuaraan Asia Junior 2026

Yatsushiro, Gonesia.com – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Fardhan Rainanda Joe, harus puas membawa pulang medali perak setelah menelan kekalahan di babak final Kejuaraan Asia Junior 2026.

Laga puncak yang berlangsung di Yatsushiro City General Gymnasium, Jepang, Minggu (5/7/2026), menjadi saksi perjuangan sengit Joe menghadapi wakil China, Hong Tian Yue.

Joe gagal menuntaskan pertandingan dengan kemenangan setelah takluk dalam dua gim langsung dengan skor ketat 18-21, 19-21.

Hasil ini sekaligus menandai berakhirnya kiprah Indonesia di turnamen individu Kejuaraan Asia Junior 2026 tanpa raihan gelar juara.

Sebelumnya, Indonesia sempat menaruh harapan besar pada sektor individu setelah tim beregu terhenti di babak perempat final.

Timnas Inggris Hadapi Tantangan Berat Meksiko di 16 Besar Piala Dunia

Namun, Joe belum mampu mengulangi jejak prestasi Moh Zaki Ubaidillah yang sempat menyumbang gelar juara di sektor tunggal putra pada edisi tahun lalu.

Dalam jalannya pertandingan gim pertama, Joe sempat memberikan perlawanan yang cukup alot meski sempat tertinggal cukup jauh.

Ketinggalan lima angka pada kedudukan 15-10, Joe berhasil bangkit melalui smes-smes keras yang membawanya menyamakan kedudukan menjadi 18-18.

Sayangnya, konsistensi tersebut hilang di poin-poin kritis sehingga ia kehilangan tiga angka beruntun dan merelakan gim pertama.

Situs resmi PBSI mencatat pernyataan Joe yang mengakui bahwa dirinya melakukan banyak kesalahan mendasar di awal laga.

Strategi Brasil Hadapi Erling Haaland di 16 Besar Piala Dunia 2026

“Tadi di game pertama saya banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Joe.

“Itu memberikan terlalu banyak poin ke lawan,” tambahnya.

Memasuki gim kedua, permainan Joe sebenarnya sempat menjanjikan dengan memimpin saat interval 11-9.

Keunggulan tersebut sempat dipertahankan hingga kedudukan 16-15 sebelum akhirnya ia kehilangan kendali permainan.

Joe mengakui bahwa dirinya bermain terlalu tergesa-gesa menghadapi strategi cepat yang diterapkan oleh lawan.

Persib Resmi Tunjuk Karlo Reinholz dan Zlatko Runje Bantu Igor Tolic

“Di game kedua saya tidak bisa kontrol diri sendiri dan banyak ragu,” tutur Joe mengenai penyebab kekalahannya.

“Lawan bermain cepat di depan,” lanjutnya.

Ia pun mengakui bahwa strategi permainan yang diterapkan oleh wakil China tersebut cukup menyulitkan pergerakannya di lapangan.

“Saya cukup kesulitan dengan strategi main lawan,” jelasnya.

Kekalahan ini menjadi evaluasi besar bagi Joe untuk membenahi kekurangan teknis maupun mentalnya di masa depan.

“Kedepannya saya harus bisa kontrol diri sendiri dan meningkatkan teknik mainnya,” ungkapnya.

Joe juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung yang telah memberikan doa bagi perjuangannya.

“Untuk tim dan masyarakat Indonesia terima kasih sudah mendukung saya terus,” ucapnya.

“Maaf saya belum bisa kasih yang terbaik hari ini,” pungkas Joe.

Kemenangan Hong Tian Yue sekaligus mengukuhkan dominasi China di ajang Asia Junior 2026.

Negeri Tirai Bambu tersebut berhasil mengawinkan gelar di sektor tunggal melalui keberhasilan Yin Yi Qing di sektor tunggal putri.

Yin Yi Qing memastikan gelar juara setelah menaklukkan rekan senegaranya, Zhang Yi Xing, dengan skor 21-17, 21-15.

Komentar