Mexico City, Fenesia.com – Stadion Azteca yang legendaris menjadi saksi bisu ketegangan luar biasa saat babak pertama laga 16 besar Piala Dunia 2026 antara tuan rumah Meksiko dan Inggris berakhir dengan intensitas tinggi, Senin (6/7) pagi WIB.
Duel krusial yang menentukan satu tiket ke babak perempat final untuk menghadapi Norwegia ini sebelumnya sempat tertunda selama satu jam akibat kendala cuaca ekstrem.
Begitu wasit asal Australia, Alireza Faghani, memberikan sinyal pertandingan dimulai, tensi di lapangan langsung memanas di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah.
Bahkan, kartu kuning pertama sudah dikeluarkan sang pengadil lapangan pada menit perdana untuk gelandang Inggris, Declan Rice, setelah melakukan pelanggaran angkat kaki terlalu tinggi yang membahayakan kepala pemain lawan.
Pertandingan kemudian terus berjalan dalam tempo yang sangat cepat dan keras sejak peluit dibunyikan.
Inggris yang bertindak sebagai tim tamu justru tampil impresif meski harus menghadapi tekanan besar dari publik tuan rumah yang dikenal sebagai kandang singa bagi tim lawan.
Dominasi Tim Tiga Singa pun membuahkan hasil manis ketika gelandang andalan mereka, Jude Bellingham, mencetak dua gol krusial hanya dalam selang waktu dua menit saja.
Pemain tersebut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-36 dan menit ke-38 untuk membawa Inggris unggul sementara atas Meksiko.
Meskipun tertinggal dua gol, tim asuhan tuan rumah tidak lantas menyerah dan justru meningkatkan intensitas serangan secara sporadis ke jantung pertahanan Inggris.
Aksi saling serang ini memaksa penjaga gawang Inggris, Jordan Pickford, harus bekerja ekstra keras dengan melakukan sejumlah penyelamatan gemilang di bawah mistar gawang.
Stadion Azteca yang menyimpan sejarah besar sebagai tempat lahirnya gol tangan Tuhan Diego Maradona pada tahun 1986 akhirnya bergemuruh hebat menjelang akhir babak pertama.
Julian Quinones sukses memperkecil ketertinggalan Meksiko melalui gol yang ia cetak pada menit ke-42.
“Julian Quinones kini telah mencetak empat gol di Piala Dunia dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk Meksiko di kompetisi ini bersama Javier Hernandez dan Luis Hernandez,” ulasan FIFA dikutip dari jpnn.com pada Senin (6/7/2026).
Gol tersebut memicu semangat skuad Meksiko untuk terus membombardir area pertahanan lawan demi menyamakan kedudukan sebelum turun minum.
Namun, Inggris menunjukkan disiplin pertahanan yang solid untuk mempertahankan keunggulan tipis tersebut hingga wasit meniup peluit tanda babak pertama usai.
Pickford tercatat melakukan beberapa aksi penyelamatan krusial saat Meksiko mendapatkan tiga peluang emas di sisa waktu babak pertama.
Bellingham pun turut berkontribusi dalam sektor pertahanan dengan menggagalkan kans berbahaya Meksiko saat situasi tendangan pojok.
Kedua tim kini bersiap kembali ke lapangan untuk menjalani babak kedua yang diprediksi akan berlangsung jauh lebih emosional bagi kedua belah pihak.

