IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Universitas Udayana Menunggu Investigasi Tim Pencari Fakta atas Kasus Mahasiswa Bunuh Diri

Denpasar – Universitas Udayana menyatakan belum dapat menyimpulkan penyebab meninggalnya mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Timothy Anugerah Saputra, berkaitan dengan perundungan. Pihak kampus menegaskan bahwa komentar atau ucapan tidak etis terhadap almarhum terjadi setelah ia meninggal dunia, bukan sebelumnya.

Perguruan tinggi tersebut kini tengah menunggu hasil investigasi resmi dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) serta Tim Pencari Fakta yang dibentuk untuk menelusuri kasus ini secara menyeluruh.

Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Ni Nyoman Dewi Pascarani, meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak berasumsi sebelum hasil investigasi disampaikan. Ia menekankan bahwa tidak dapat disimpulkan bahwa Timothy meninggal karena akumulasi atau perasaan tertekan yang dipendam.

Sejak Jumat, 17 Oktober 2025, pimpinan universitas telah menugaskan Satgas PPKPT untuk melakukan pendalaman terhadap peristiwa meninggalnya Timothy. Beberapa mahasiswa yang diduga mengucapkan komentar nir-etika pascakematian Timothy telah dipanggil dan diperiksa.

Untuk mempercepat proses, Satgas didukung oleh Tim Pencari Fakta yang beranggotakan akademisi, ahli hukum, dan psikolog Universitas Udayana. Tim ini bertugas menelaah data dan fakta, termasuk aspek psikososial almarhum, sebelum Satgas menyusun rekomendasi sanksi kepada pimpinan universitas bagi pihak yang terbukti melakukan tindakan nir-empati.

BK DPR RI Perkuat Telesurvei untuk Susun RUU Akurat

Terkait dugaan tekanan akademik, Dewi menjelaskan bahwa universitas telah mengklarifikasi kepada dosen pembimbing skripsi Timothy. Berdasarkan keterangan yang diterima, proses bimbingan baru berlangsung sekitar 20 hari dengan dua kali pertemuan yang berjalan secara komunikatif. Pihak kampus menyatakan tidak menemukan indikasi tekanan akademik atau kendala administratif yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Universitas Udayana berkomitmen membenahi lingkungan kampus agar tetap aman dan sehat bagi seluruh sivitas akademika. Pihak universitas mengecam keras segala bentuk ucapan, komentar, atau tindakan nir-empati, perundungan, kekerasan verbal, maupun tindakan tidak empatik, baik di dunia nyata maupun di ruang digital, karena perilaku demikian bertentangan dengan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi serta etika akademik Universitas Udayana.

Komentar

Berita Populer

01

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

02

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

03

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

04

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

05

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

06

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

07

Polres Tanah Datar Tangkap Mahasiswa Diduga Edarkan Sabu

08

BSPS Bangun Rumah Layak, Hidupkan Ekonomi Lokal

Berita Terbaru