SHANGHAI, Gonesia.com – Tiongkok dan Pakistan secara resmi mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk segera menghentikan eskalasi permusuhan serta kembali ke meja perundingan guna meredam krisis keamanan di Timur Tengah.
Seruan bersama ini muncul di tengah kekhawatiran global bahwa ketegangan yang terus memburuk di kawasan tersebut dapat memicu konflik terbuka yang lebih luas.
Desakan tersebut disuarakan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Mohammad Ishaq Dar, di Shanghai, Sabtu (18/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi terkini yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Mereka menuntut agar pihak-pihak yang bertikai segera mengatasi hambatan komunikasi dan memulihkan dialog demi mencapai kesepakatan damai yang komprehensif.
Selain itu, Tiongkok dan Pakistan mengajak komunitas internasional untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap upaya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Wang Yi, yang menjabat sebagai anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, menyoroti pentingnya menjaga nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tahap pertama yang pernah dicapai sebelumnya.
Ia menekankan bahwa kesepakatan tersebut merupakan hasil diplomasi yang sangat krusial bagi stabilitas kawasan.
“Nota kesepahaman tahap pertama yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran tidak diraih dengan mudah. Itu merupakan hasil negosiasi bilateral dan juga berkat upaya bersama komunitas internasional, dengan Pakistan memainkan peran koordinasi dan mediasi yang sangat penting,” kata Wang Yi sebagaimana dikutip via China Daily.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ketentuan di dalam MoU tersebut dirancang untuk melindungi kepentingan mendasar para pihak yang terlibat.
Menurutnya, kesepakatan itu juga telah memenuhi harapan masyarakat internasional sehingga harus dijaga dan dipertahankan dengan sungguh-sungguh.
Wang Yi menegaskan bahwa setiap pihak wajib menghormati komitmen yang telah disepakati sebelumnya.
“Semua pihak harus menghormati komitmen mereka dan mematuhi ketentuan dalam MoU. Tiongkok akan, seperti biasa, mendukung upaya mediasi Pakistan dan terus memainkan peran konstruktif dalam membantu meredakan situasi dengan caranya sendiri,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan atas komitmen Beijing dalam mendorong penyelesaian konflik yang lebih permanen.
Di sisi lain, Mohammad Ishaq Dar memaparkan berbagai langkah strategis yang telah ditempuh Islamabad dalam membantu meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Tiongkok atas dukungan konsisten terhadap berbagai inisiatif diplomatik yang dijalankan Pakistan.
“Pakistan akan terus melangkah menghadapi berbagai tantangan dan tetap aktif mendorong pembicaraan damai,” kata Dar.
Koordinasi antara Tiongkok dan Pakistan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi terwujudnya gencatan senjata di Timur Tengah.
Kedua negara berharap dialog perdamaian dapat segera berjalan kembali untuk mencegah dampak kemanusiaan yang lebih parah akibat konflik berkepanjangan.


