New York – Rombongan Presiden Prabowo Subianto diduga menginap di Hotel Aman New York saat menghadiri rangkaian Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Isu mengenai biaya menginap yang fantastis ini mencuat ke publik, memicu pertanyaan tentang transparansi anggaran.
Informasi mengenai dugaan tersebut pertama kali diungkap akun media sosial kolektif Bareng Warga di platform X pada Senin, 22 September 2025. Akun itu menyebutkan biaya menginap di Hotel Aman New York berkisar antara US$6.000 (sekitar Rp100 juta) hingga US$25.000 (sekitar Rp417 juta) per malam.
Ditelusuri melalui situs resmi Hotel Aman New York, harga menginap per malamnya tercatat antara US$2.000 (sekitar Rp30 juta) hingga US$6.000 (sekitar Rp100 juta). Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro enggan memberikan keterangan. “Kalau kasih pertanyaan yang bisa saya jawab dong,” ujarnya singkat di Gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Rabu, 24 September 2025.
Bareng Warga juga menyoroti dugaan partisipasi mahasiswa dan diaspora Amerika Serikat yang menikmati fasilitas di Hotel Aman New York. Isu ini dipicu unggahan seorang diaspora bernama Glory Lamria di media sosialnya, yang memperlihatkan momen dirinya berenang di hotel tersebut.
Dikonfirmasi pada Rabu, 24 September 2025, akun Instagram Glory Lamria sudah terkunci dan pesan konfirmasi belum dibalas. Bareng Warga menduga wawancara dengan diaspora, termasuk Glory, sudah diatur oleh pihak Istana. “Wawancara dengan diaspora di New York itu sudah diatur, tidak bisa pilih narasumber lain,” klaim akun tersebut.
Namun, Juri Ardiantoro membantah keras tudingan pengaturan wawancara. Menurutnya, masyarakat sudah mengetahui bahwa Presiden Prabowo Subianto melakukan segala sesuatu dengan benar. “Kami enggak suka setting-setting. Orang sudah tahu kok presiden melakukan sesuatu yang nyata, yang benar. Jadi enggak perlu ada setting-setting,” tegasnya.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke New York adalah untuk menghadiri rangkaian Sidang Majelis Umum ke-80 PBB. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyampaikan pidato perdana di forum internasional pada Selasa, 23 September 2025.
Prabowo merasa terhormat karena Indonesia diberi kesempatan berpidato pada urutan ketiga, setelah Brasil dan Amerika Serikat. “Habis Brasil yang selalu nomor satu. Amerika yang selalu nomor dua. Baru kasih kesempatan kepada Indonesia, saking menghormati Indonesia, menghargai Indonesia,” ujar Prabowo dalam keterangan resmi pada Rabu, 23 September 2025.
Ia menyatakan panggung PBB digunakan untuk menyuarakan sikap konsisten Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia, khususnya di Gaza. “Terutama mendorong penyelesaian konflik di semua tempat, tapi yang paling utama bagi kita tentunya adalah jeritan penderitaan rakyat Gaza,” ucapnya.
Prabowo mengklaim banyak negara memberikan respons positif atas sikap Indonesia yang tegas namun seimbang, menganggap pandangan Indonesia realistis. Selama di New York, Prabowo juga mengikuti Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina serta Multilateral Meeting on the Middle East atas undangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Selain itu, Prabowo mengadakan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan bertemu tokoh filantropi dunia, Bill Gates, yang kepadanya dianugerahi tanda kehormatan atas dedikasinya bagi kesejahteraan umat manusia.


