Jakarta – Tanggal 23 Desember menyimpan beragam peringatan penting, termasuk Hari Ulang Tahun (HUT) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Hari Cahaya Manusia, Hari Petani Nasional India (Kisan Diwas), Hari Maraton Film Natal Nasional, serta momen kelam ledakan gas beracun di Chongqing, Cina, dan kemenangan bersejarah Timnas Indonesia.
PKBI, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mempelopori gerakan keluarga berencana di Indonesia. Pendiriannya dilatarbelakangi keprihatinan tokoh masyarakat dan ahli kesehatan terhadap masalah kependudukan dan tingginya angka kematian ibu.
Pada awal 1950-an, keluarga berencana dianggap sebagai pembatasan kehamilan dan perampasan kemerdekaan. Namun, Dr. Soeharto Sastrosoeyoso, dokter pribadi Presiden Soekarno, bersama Mrs. Dorothy Brush dari IPPF, menggagas pendirian PKBI yang resmi berdiri pada 23 Desember 1957. PKBI meyakini kesejahteraan masyarakat terwujud melalui keluarga yang bertanggung jawab.
Selain itu, 23 Desember juga diperingati sebagai Hari Cahaya Manusia, yang dipelopori oleh New Jersey Humanist Network pada tahun 2001. Hari ini bertujuan untuk memperingati nilai-nilai kemanusiaan seperti kasih sayang, akal sehat, dan harapan.
"Hari ini ditetapkan agar masyarakat memiliki ruang untuk berlibur di bulan Desember," tulis National Today.
Di India, 23 Desember adalah Kisan Diwas, Hari Petani Nasional, untuk menghargai jasa petani sebagai penggerak utama perekonomian negara. Tanggal ini juga merupakan hari kelahiran Perdana Menteri India ke-5, Chaudhary Charan Singh, yang fokus pada sektor pertanian.
Menjelang Natal, 23 Desember juga dirayakan sebagai Hari Maraton Film Natal Nasional. Tradisi ini menghadirkan kesan nostalgia dan suasana hangat di tengah keluarga.
Namun, tanggal ini juga menyimpan kenangan pahit. Pada 23 Desember 2003, ledakan gas beracun di sumur pengeboran di Chongqing, Cina, menewaskan lebih dari 233 orang dan menyebabkan ribuan lainnya dirawat.
"Gas tersebut dapat menyebabkan luka bakar pada kulit, iritasi mata, serta masalah pernafasan pada tingkat rendah, dan bahkan dapat berakibat fatal pada konsentrasi tinggi," tulis World Socialist.
Di sisi lain, 23 Desember 2002 menjadi hari bersejarah bagi Timnas Indonesia. Saat itu, Timnas Indonesia menang telak 13-1 atas Filipina dalam Piala AFF 2002, yang menjadi kemenangan terbesar sepanjang sejarah.
Saat itu Timnas Indonesia dilatih oleh Ivan Kolev. Belum genap satu menit sejak kick-off babak pertama, Tim Garuda sudah mencetak satu angka melalui Bambang Pamungkas.


