Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim adanya hasil positif dari kinerjanya sebagai bendahara negara hanya dalam sebulan menjabat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan dan optimisme publik kembali pulih menjadi indikator yang disorot.
Purbaya menyampaikan pernyataan tersebut dalam acara Investor Daily Summit 2025 di Jakarta International Convention Center pada 9 Oktober 2025. Ia resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani.
Mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan itu menyoroti penguatan IHSG. Saat awal ia dilantik, IHSG berada di level 7.766,8, dan kini telah mencapai kisaran 8.100.
“Padahal baru kerja satu bulan, hasilnya belum ada. Jangan sampai teman-teman kecewa. Sudah ada hasilnya. Itu IHSG sudah naik kencang,” kata Purbaya.
Selain itu, Purbaya juga mengklaim optimisme masyarakat terhadap pemerintah telah pulih selama sebulan kepemimpinannya. Kondisi ini, menurutnya, terlihat dari menurunnya jumlah demonstrasi.
“Optimisme sudah balik lagi. Yang tadinya demo sekarang berkurang. Mereka sibuk membaca TikTok melihat komentar tentang saya,” ujarnya.
Sebelumnya, Purbaya pernah berkelakar bahwa IHSG dapat mencapai 36.000. Ia mengilustrasikan bahwa setiap kali Indonesia bangkit dari krisis, IHSG mampu pulih dengan cepat, seperti pada 2001 yang hanya 300-an, menembus 2.500 pada 2008, hingga melambung ke 6.500-an pada 2018. Menurutnya, peningkatan IHSG sangat mungkin terjadi apabila sentimen global membaik.
Menanggapi target ambisius tersebut, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa pencapaian IHSG 36.000 pada 2035 memerlukan kerja keras luar biasa dari pemerintah. Nafan berpendapat target itu dapat terwujud jika pemerintah mampu menjaga kondisi pasar stabil dan mencegah terjadinya krisis.
“Itu memang membutuhkan usaha yang sangat luar biasa,” kata Nafan saat dihubungi pada Kamis, 18 September 2025.
Nafan menambahkan, target tersebut menjadi lebih realistis apabila pemerintah berhasil menciptakan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Namun, pertumbuhan itu juga mensyaratkan dorongan investasi dan penguatan konsumsi domestik.
“Itu tentunya komitmen pemerintah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi baru itu mutlak dilakukan,” tegas Nafan.
Kendati demikian, Nafan mengungkapkan bahwa Mirae Asset sendiri memproyeksikan IHSG akan berada di level 10.500. Proyeksi ini telah mempertimbangkan berbagai ketidakpastian global yang mungkin terjadi, seperti perang dagang.


