Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan pasar spot, Rabu (30/9/2026). Pada awal sesi, mata uang Garuda bergerak di level Rp 17.942 per dolar Amerika Serikat (AS).
Posisi itu menandai rebound 0,22% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.981 per dolar AS. Penguatan rupiah berlangsung di tengah pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga berada di zona hijau.
Sampai pukul 09.00 WIB, yen Jepang tampil sebagai mata uang dengan kenaikan paling besar di kawasan Asia. Yen menguat 0,32%.
Di bawahnya, ringgit Malaysia dan dolar Taiwan sama-sama naik 0,12%. Baht Thailand turut terapresiasi 0,07%.
Yuan China ikut bergerak positif dengan kenaikan 0,04%, sedangkan dolar Hong Kong menanjak tipis 0,01%. Adapun dolar Singapura tercatat bergerak nyaris datar pada pagi ini.
Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia. Won anjlok 0,45% terhadap dolar AS.
Peso Filipina juga ikut melemah, meski dengan penurunan yang lebih kecil, yakni 0,08% terhadap the greenback.


