LONDON – Arsene Wenger memberikan tanggapan berkelas menanggapi kritik Wayne Rooney yang menilai selebrasi pemain Arsenal terlalu berlebihan usai memastikan diri lolos ke final Liga Champions 2025-2026.
Arsenal sukses melaju ke partai puncak setelah menaklukkan Atletico Madrid dengan skor tipis 1-0 pada laga leg kedua semifinal di Stadion Emirates, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut membawa The Gunners unggul agregat 2-1.
Usai peluit panjang berbunyi, para pemain dan ofisial Arsenal larut dalam perayaan meriah di atas lapangan. Momen tersebut memancing sindiran dari legenda Manchester United, Wayne Rooney.
Rooney menganggap aksi euforia skuad asuhan Mikel Arteta tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Menurutnya, perayaan tersebut kurang tepat karena Arsenal baru mencapai babak final dan belum mengamankan trofi juara.
“Mereka belum memenangkannya. Menurut saya, perayaannya agak berlebihan,” ujar Rooney sebagaimana dilansir dari Metro UK.
Menanggapi sindiran tersebut, Arsene Wenger justru membela mantan klubnya. Menurut pelatih legendaris asal Prancis itu, kegembiraan para pemain adalah hal yang wajar dan sangat layak didapatkan.
Wenger menilai Bukayo Saka dan kawan-kawan tampil superior sepanjang dua leg semifinal. Ia memuji kedisiplinan pertahanan Arsenal yang mampu meredam tekanan Atletico Madrid hingga akhir pertandingan.
“Arsenal lebih menginginkan kemenangan dibandingkan Atletico. Mereka bermain solid, terutama saat bertahan, dan pantas melangkah ke final karena menjadi tim yang lebih baik dalam dua pertemuan,” jelas Wenger.
Kendati mendukung ekspresi kebahagiaan para pemain, Wenger memberikan pesan penting. Ia berharap Arsenal tidak terbuai dan segera fokus untuk memenangkan trofi Liga Champions pertama mereka.
“Perayaan ini memang pantas, tetapi langkah selanjutnya adalah memenangkan pertandingan final nanti,” tegasnya.
Keberhasilan ini menjadi sejarah baru bagi Arsenal. Ini merupakan kali kedua The Gunners menembus final Liga Champions, setelah pencapaian serupa dua dekade silam pada musim 2005-2006 di bawah asuhan Wenger.
Kala itu, Arsenal harus mengakui keunggulan Barcelona dengan skor 1-2. Kini, mereka tinggal menunggu calon lawan di final, yakni pemenang antara Bayern Munchen atau PSG, untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara kompetisi paling elite di Eropa tersebut.

