Sport

Profil Vozinha: Kiper 40 Tahun yang Tampil Gemilang Lawan Spanyol

Amerika Serikat – Aksi heroik penjaga gawang veteran Tanjung Verde, Vozinha, menjadi sorotan utama dalam gelaran Piala Dunia 2026. Pemain berusia 40 tahun itu tampil gemilang saat menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol, dengan skor kacamata 0-0 dalam laga penyisihan Grup H yang berlangsung Senin, 15 Juni 2026.

Penampilan tak tertembus Vozinha di bawah mistar gawang memaksa skuad “La Furia Roja” harus puas berbagi angka. Spanyol, yang diperkuat deretan penyerang kelas dunia, tampak frustrasi akibat organisasi pertahanan rapat dan refleks tajam yang ditunjukkan sang kiper sepanjang 90 menit pertandingan. Keberhasilan menahan gempuran bintang-bintang Spanyol seperti Rodri membuktikan bahwa kematangan mental dan pengalaman tetap menjadi aset krusial dalam sepak bola modern.

Di balik performa impresif tersebut, terdapat perjalanan karier panjang dari pemilik nama asli Osimar Jose Evora Dias. Lahir di Mindelo, Tanjung Verde, pada 3 Mei 1986, ia mengadopsi nama panggung “Vozinha”—yang berarti “suara”—sebagai simbol perannya sebagai komandan di lini pertahanan. Nama tersebut ia bawa sejak masa kecil saat diasuh oleh kakek dan neneknya di Pulau Sao Vicente, hingga akhirnya resmi digunakan dalam karier profesionalnya di Angola dan Eropa untuk membedakan identitasnya di lapangan.

Karier profesional Vozinha mencakup petualangan lintas benua. Setelah memulai langkah di klub domestik seperti Batuque FC dan CS Mindelense, ia merambah ke Liga Angola, sebelum menembus kompetisi Eropa melalui Portugal dan Siprus. Salah satu pencapaian tertingginya adalah saat menjuarai Cyprus Cup musim 2018/2019 bersama AEL Limassol. Hingga saat ini, ia masih aktif berkompetisi di kasta kedua Liga Portugal, menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga kebugaran fisik di usia kepala empat.

Sebagai pemain yang telah mengabdi bagi tim nasional berjuluk “Blue Sharks” selama 14 tahun dengan lebih dari 80 penampilan, partisipasinya di Piala Dunia 2026 merupakan puncak dari perjalanan panjangnya. Ia telah kenyang pengalaman di panggung internasional, termasuk partisipasi dalam empat edisi Piala Afrika. Kepemimpinannya di atas lapangan, yang ditandai dengan instruksi verbal konstan kepada rekan setimnya, menjadi kunci stabilitas pertahanan Tanjung Verde.

Dukungan Bintang Timnas Mengalir untuk Ramadhan Sananta di Persebaya

Hasil imbang kontra Spanyol kini membuka lebar peluang Tanjung Verde untuk bersaing di Grup H. Skuad asuhan Vladimir Petkovic tersebut kini dihadapkan pada tantangan berat dalam dua laga sisa melawan Uruguay dan Arab Saudi. Kualitas dan ketenangan Vozinha di bawah mistar gawang diprediksi akan kembali menjadi tumpuan utama timnya dalam upaya mencetak sejarah lolos ke babak gugur. Konsistensi sang veteran akan menjadi penentu apakah Tanjung Verde mampu melangkah lebih jauh dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

04

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

05

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru