BOGOR, Gonesia.com – Tim gabungan dari Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya kembali menemukan brankas tersembunyi dalam operasi penggeledahan maraton yang menyasar sejumlah lokasi di wilayah Jakarta dan Jawa Barat pada Senin (8/7).
Temuan aset berharga tersebut kali ini berlokasi di sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengonfirmasi bahwa penyidik berhasil menemukan brankas yang tersimpan rapi di balik panel dinding rumah tersebut.
“Betul (penyidik kembali menemukan brankas di lokasi penggeledahan),” kata dia dikutip dari Gonesia.com pada Senin (8/7/2026).
Hingga berita ini diturunkan pada pukul 23.46 WIB, proses penggeledahan di lokasi tersebut masih berlangsung secara intensif.
Sebelumnya, tim penyidik juga mendapati temuan serupa saat melakukan penggeledahan di de’Clan Signature Cafe, Jakarta Selatan.
Di sana, tim menemukan brankas yang menyimpan tumpukan uang asing dalam pecahan dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa uang tersebut ditemukan di balik kompartemen lemari di lantai dua kafe.
“Terkait temuan uang USD, termasuk Singapore Dollar itu masih dalam proses penghitungan,” ujar dia.
Ia menambahkan bahwa pihaknya belum bisa merinci jumlah total uang tersebut karena proses penghitungan masih berjalan.
Namun, ia menegaskan bahwa penemuan dokumen dan uang dalam jumlah yang cukup besar itu merupakan bukti krusial dalam penyidikan.
“Kami sampaikan tadi mungkin juga sudah ada dokumentasi tentang brankas, ya memang itu terselubung di balik satu lemari, ada brankas dan ini sudah dibuka. Ternyata memang ada beberapa dokumen dan penyimpanan uang dalam jumlah yang cukup besar, fantastis,” ucapnya.
Penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya pengusutan tiga kasus besar yakni dugaan korupsi, suap, gratifikasi, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang terkait dengan blackout batubara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel.
Dia menyebutkan bahwa penanganan perkara ini merupakan atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang, de’Clan Signature Cafe dan Money Changer,” lanjutnya.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas seluruh rangkaian kasus tersebut dengan mengumpulkan bukti-bukti yang sah secara hukum.
“Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” jelasnya.
Terkait pengerahan personel Brimob di sekitar lokasi penggeledahan, ia memastikan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari prosedur standar operasional kepolisian.
“Untuk penggunaan kekuatan personel, itu sebagai antisipasi dan itu merupakan bagian dari Standard Operating Procedure,” imbuhnya.
Secara keseluruhan, penyidik telah menyasar delapan titik lokasi berbeda untuk memastikan barang bukti terkait kasus-kasus tersebut dapat diamankan secara maksimal.
“Penggeledahan untuk mencari, menemukan barang bukti, untuk memenuhi tindak pidana yang sedang dipersangkakan,” tegasnya.

