Padang – Persita Tangerang menunjukkan performa gemilang dengan empat kemenangan beruntun di BRI Super League 2025/26, sebuah kebangkitan yang kontras dengan performa Semen Padang FC yang terpuruk di dasar klasemen dengan empat kekalahan beruntun.
Semen Padang FC dapat belajar dari Persita yang sempat terseok di awal musim, namun bangkit usai imbang melawan Madura United dengan mengalahkan PSM Makassar, Persijap Jepara, Persib Bandung, dan Semen Padang. Hasil ini membawa Persita ke posisi kedua klasemen sementara dengan 13 poin.
Pelatih Persita, Carlos Pena, mengungkapkan bahwa kunci kebangkitan timnya adalah kepercayaan diri dan mentalitas juang para pemain.
"Kuncinya para pemain berupaya keras tampil baik di setiap laga. Saya katakan sebelum laga ini bahwa kami kalah dua kali di awal musim, tapi kami tidak bermain buruk," ujar Pena.
Pena menambahkan, usai hasil imbang di Madura, kepercayaan diri tim meningkat. "Sekarang mereka menunjukkan kapasitas dan kualitas yang mereka punya. Kami harus terus menang dengan cara yang sama – setiap laga adalah final bagi kami," lanjutnya.
Pena menegaskan bahwa keberhasilan Persita juga didukung oleh kontribusi seluruh pemain, baik yang bermain sebagai starter maupun pengganti.
"Setiap orang di tim berkontribusi. Tak cuma pemain inti, namun juga mereka yang masuk sebagai pengganti. Mentalitas para pemain bagus. Kami harus tetap rendah hati dan terus menang," tegasnya.
Dengan performa solid dan keyakinan tinggi, Persita bertekad mempertahankan tren positif saat melawan PSIM Yogyakarta pada 17 Oktober mendatang. Kemenangan akan memperpanjang catatan tak terkalahkan dan menegaskan posisi mereka sebagai kekuatan serius di Super League musim ini.

