Berita

Penyintas Bencana Bener Meriah Kembali Menata Hidup di Hunian Sementara

Bener Meriah – Kartini mengenang pertemuan pertamanya dengan Tito dua bulan lalu dalam kondisi penuh duka, setelah kehilangan suami akibat bencana. Saat itu, ia masih tinggal di tenda darurat bersama kedua anaknya.

"Waktu itu saya cerita, dan Pak Tito tahu, saya kehilangan suami saya. Suami saya hanyut, saya bingung, gimana ini anak- anak saya. Waktu itu Pak Tito bilang bakal secepatnya bangunkan huntara, supaya saya dan anak- anak tinggal (di hunian) layak," kata Kartini.

Sore itu, Kartini dengan wajah sayu memberanikan diri menerobos sekumpulan penyintas bencana untuk menghampiri Tito yang sedang meninjau kondisi huntara Desa Tunyang. Ia bercerita bila kondisi dirinya dan dua anaknya saat ini sudah jauh lebih baik setelah tinggal di huntara.

"Saya cuma mau mengucapkan terima kasih sudah dibangunkan huntara. Jujur sangat meredakan (kesulitan hidup) kami ketimbang waktu di tenda," kata Kartini.

Dalam pertemuan yang singkat itu, Kartini sempat bercerita kepada Tito bila keadaan dirinya dua bulan lalu, sewaktu masih dibayangi kekalutan tinggal di tenda darurat. Sejurus kemudian, tanpa waktu lama Tito menyadari jika perempuan yang di hadapannya adalah penyintas bencana yang pernah meluapkan kegelisahan nasib anaknya setelah suaminya meninggal.

Sektor Pariwisata Buka 6.800 Lowongan Kerja Baru

"Beliau langsung tahu saya, begitu saya bilang ‘saya Kartini’. Beliau langsung tanya gimana kabar anak- anak saya. Pak Tito masih ingat betul, waktu pertama kali menemui saya dan anak- anak di tenda. Saya jawab kondisi kami baik," kata Kartini.

Ibu dua anak itu mengaku asa untuk memperbaiki hidup kembali bangkit usai mendengar dari Tito bahwa pemerintah akan segera membangun hunian tetap (huntap) untuk penyintas bencana di Bener Meriah. Sebab, kendati tinggal di huntara relatif nyaman, Kartini ingin menata hidup bersama dua anaknya di huntap.

"Tapi saya ingin berterima kasih kepada Pak Tito setelah membantu kami. Kami sangat senang tinggal di huntara, kondisi kami sudah membaik," kata Kartini.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru