Semarang – Pertandingan pekan ketiga Pengadaian Championship 2025/2026 antara PSIS Semarang dan Persiba Balikpapan dipastikan berlangsung tanpa penonton. Laga yang dijadwalkan pada Sabtu (27/9/2025) pukul 15.30 WIB di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, ini bertepatan dengan rencana aksi protes dari kelompok suporter Panser Biru.
Kabar mengenai absennya suporter tersebut diumumkan secara resmi oleh klub melalui akun Instagram @psisofficial. Namun, manajemen PSIS tidak menyertakan penjelasan lebih lanjut terkait alasan di balik keputusan ini.
Kelompok suporter Panser Biru berencana menggelar aksi protes bertajuk “Save Our PSIS” di depan Stadion Jatidiri pada hari yang sama. Aksi ini menyoroti kinerja manajemen yang mereka nilai tidak profesional dan minim persiapan menghadapi kompetisi musim ini.
Berbagai masalah internal klub menjadi sorotan utama. Mulai dari dugaan penunggakan gaji pemain, rekrutmen pemain baru yang dianggap asal-asalan, hingga ketiadaan target jelas untuk kembali promosi ke BRI Super League.
Isu penunggakan gaji semakin mencuat setelah Ruxi, salah satu pemain asing PSIS musim lalu yang kini memperkuat Madura United, mengungkapkan keluhannya lewat akun X pribadi @ruxiiii4. Ia menyebut gajinya belum juga dibayarkan, mempertegas citra buruk pengelolaan tim Laskar Mahesa Jenar.
Selain masalah di luar lapangan, performa PSIS di awal musim juga memicu kekecewaan suporter. Dari dua laga sebelumnya, PSIS belum meraih poin sama sekali. Mereka bahkan menelan kekalahan telak 0-4 di kandang sendiri saat menjamu Persiku.
Pada pekan kedua, hasil serupa terulang ketika PSIS takluk 0-2 di markas Persipura Jayapura. Rentetan hasil buruk ini menempatkan PSIS di posisi paling bawah klasemen sementara, jauh dari target promosi yang diimpikan para suporter.
Kondisi ini membuat suporter khawatir. Jika situasi tidak segera dibenahi, PSIS bukan hanya gagal promosi, tetapi juga terancam degradasi ke Liga 3.
Aksi Panser Biru pada Sabtu mendatang diprediksi menjadi momen penting yang akan memberi tekanan besar kepada manajemen. Mereka menuntut perbaikan menyeluruh, pengelolaan tim secara profesional, pemenuhan hak pemain, hingga peningkatan kualitas pemain.
Bagi suporter, PSIS adalah kebanggaan Kota Semarang yang tidak boleh dikelola secara asal-asalan. Dukungan mereka selama ini dibuktikan dengan selalu hadir di tribun, namun kekecewaan atas kondisi tim kini berubah menjadi suara lantang agar manajemen segera berbenah.
Pertandingan melawan Persiba Balikpapan bisa menjadi titik balik atau justru menambah daftar hasil buruk PSIS. Meski digelar tanpa penonton, tekanan tetap besar, baik dari suporter maupun dari hasil pertandingan.
PSIS membutuhkan kemenangan untuk meredam kritik sekaligus mengangkat moral tim. Sebaliknya, jika hasil negatif kembali diraih, gelombang protes bisa semakin membesar dan memperburuk situasi hubungan antara suporter dan manajemen.
Apapun hasilnya nanti, laga di Jatidiri Sabtu sore akan menjadi sorotan bukan hanya karena berlangsung tanpa penonton, tetapi juga karena membawa pesan besar dari suporter yang menginginkan PSIS kembali dikelola secara profesional dan benar-benar berjuang di jalur promosi ke BRI Super League.

