Singapura – Great Eastern Life Indonesia membukukan capaian baru di panggung internasional setelah menggondol dua penghargaan dalam Insurance Asia Awards 2026 yang digelar di Marina Bay Sands Expo & Convention Centre. Perusahaan asuransi ini pulang membawa pengakuan untuk inovasi produk dan transformasi digital sekaligus.
Dua penghargaan yang diraih yakni New Insurance Product of the Year – Indonesia untuk GREAT Heritage Protector serta Digital Transformation Initiative of the Year – Indonesia melalui Employee Benefits Quotation System (EBQS). Penghargaan diterima langsung oleh Marketing Director Great Eastern Life Indonesia, Roy Hendrata Gozalie.
Pencapaian tersebut memperpanjang konsistensi perusahaan dalam mengumpulkan apresiasi serupa sejak 2022. Di saat yang sama, raihan ini menegaskan upaya Great Eastern Life Indonesia menghadirkan inovasi yang dinilai relevan bagi nasabah maupun mitra bisnis.
Roy mengatakan, inovasi yang dikembangkan perusahaan berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Ia menyebut GREAT Heritage Protector dirancang untuk membantu nasabah menyusun perlindungan, akumulasi aset, dan warisan secara lebih terencana.
Sementara itu, EBQS dibangun untuk membuat proses bisnis asuransi kumpulan menjadi lebih sederhana. Sistem tersebut ditujukan agar prosesnya lebih akurat, transparan, dan efisien.
GREAT Heritage Protector sendiri diluncurkan pada Agustus 2025 melalui jalur bancassurance OCBC. Produk ini menyasar nasabah affluent dan high-net-worth dengan menawarkan perlindungan jiwa jangka panjang, akumulasi kekayaan berbasis dolar Amerika Serikat, serta imbal hasil tetap selama 10 tahun pertama polis.
Respon pasar terhadap produk itu terbilang positif. Dalam empat bulan pertama, pencapaian penjualannya sudah menembus 128 persen dari target tahunan dan menyumbang 26 persen dari total produksi perusahaan.
Di sisi lain, platform digital EBQS mengubah proses bisnis asuransi kumpulan yang sebelumnya masih manual dan memakan waktu. Seluruh alur kerja, dari penyusunan proposal hingga penerbitan polis, kini terintegrasi dalam satu sistem.
Perubahan ini berdampak langsung pada kecepatan layanan. Jika sebelumnya registrasi nasabah korporasi membutuhkan satu hari kerja, kini proses itu bisa selesai hanya dalam 30 menit.
Selain memangkas waktu, EBQS juga meningkatkan ketepatan perhitungan premi. Sistem terpusat ini turut memperkuat standardisasi underwriting di dalam perusahaan.
Roy menegaskan, digitalisasi yang dilakukan bukan sekadar memindahkan proses manual ke format elektronik. Menurut dia, langkah tersebut juga bertujuan memperbaiki kualitas pengambilan keputusan sekaligus memberi kenyamanan lebih besar bagi nasabah.
Ke depan, Great Eastern Life Indonesia menyatakan akan terus menyesuaikan diri dengan dinamika industri. Perusahaan berkomitmen mendukung masyarakat Indonesia dalam merencanakan masa depan keuangan yang lebih baik.

