IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
News

Netanyahu Perintahkan Serangan Militer Israel ke Wilayah Lebanon

BEIRUT – Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan serangan militer ke wilayah Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut yang merupakan basis Hizbullah, pada Senin (1/6). Langkah ini memicu kekhawatiran baru akan gagalnya upaya mediasi diplomatik untuk mengakhiri perang yang melibatkan pengaruh AS dan Iran.

Netanyahu menegaskan bahwa militer Israel tidak akan membiarkan markas Hizbullah di Beirut tetap aman selama kelompok tersebut terus melancarkan serangan ke wilayah dan penduduk Israel. Menurut pernyataan resmi kantornya, perintah ini dikeluarkan sebagai respons atas pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata oleh pihak Hizbullah.

“Tidak akan ada situasi di mana Hizbullah menyerang kota-kota dan warga negara kita, sementara markas teroris mereka di Dahiyeh tetap terlarang untuk diserang,” tegas Netanyahu dalam sebuah pernyataan video.

Menanggapi serangan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa tindakan Israel ini menjadi penghambat utama dalam proses diplomatik. Iran menegaskan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan syarat mutlak yang tidak terpisahkan dari kesepakatan damai apa pun.

Saat ini, Israel terus memperluas aktivitas darat di Lebanon selatan dengan membentuk zona keamanan mandiri. Operasi ini diklaim bertujuan untuk melindungi wilayah Israel utara dari ancaman tembakan Hizbullah. Sejak gencatan senjata diumumkan pada 16 April lalu, serangan ke Beirut memang sempat berkurang, namun ketegangan kembali melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir.

Tanggapan BPS Terkait Perbedaan Data Garis Kemiskinan Bank Dunia

Gelombang eksodus penduduk kembali terjadi di Dahiyeh setelah Israel mengeluarkan peringatan serangan. Warga tampak bergegas meninggalkan kawasan tersebut, menambah angka pengungsi di Lebanon yang kini telah mencapai lebih dari 1 juta jiwa.

Naji Musulmani, seorang warga berusia 61 tahun, mengungkapkan keputusasaannya saat harus mengungsi untuk ketiga kalinya. Ia terlihat meninggalkan pinggiran selatan Beirut menggunakan truk pikap yang penuh dengan peralatan rumah tangga, berencana mencari tempat aman hingga ke wilayah utara di Tripoli.

Konflik yang meluas ini berakar sejak 2 Maret, saat Hizbullah mulai melancarkan tembakan ke Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran. Situasi di lapangan yang kian tak menentu kini memaksa masyarakat sipil menanggung beban terberat dari eskalasi militer yang terus berlangsung.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

03

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

04

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

07

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

08

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

Berita Terbaru