IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Sport

Murka dan Geram, Neville dan Carragher Desak Manchester United Akhiri Era Amorim!

Gonesia – Posisi Ruben Amorim sebagai manajer Manchester United berada di ujung tanduk. Kekalahan 1-3 dari Brentford akhir pekan lalu membuat tekanan memuncak, memicu kritikan tajam dari para legenda sepak bola yang menilai kepemimpinannya sudah tidak bisa dipertahankan.

Kekalahan pahit tersebut membuat Manchester United terpuruk di peringkat ke-14 Liga Inggris. Performa ini menjadi catatan buruk setelah musim lalu mereka finis di urutan ke-15, menunjukkan grafik yang mengkhawatirkan.

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, secara terang-terangan menyatakan bahwa perjalanan Amorim di Old Trafford sudah tidak lagi dapat dipertahankan. Ia bahkan menuding manajemen klub turut bertanggung jawab atas situasi ini.

“Saya pikir dia masih bertahan karena para petinggi Manchester United telah membuat terlalu banyak kesalahan, baik di dalam maupun luar lapangan, sehingga mereka enggan mengakui kembali salah memilih,” ucap Carragher.

Carragher menambahkan, eksperimen membawa sistem milik Amorim dari Sporting Lisbon ke Liga Inggris jelas tidak cocok dengan tradisi Man United. “Ini adalah bencana, baik bagi Manchester United maupun Ruben Amorim,” tegasnya.

Persib vs Manila Digger Digelar Tanpa Penonton, Marc Klok Ajak Bobotoh Dewasa

“Apa yang dia lakukan di Sporting memang fantastis, tetapi sistemnya tidak pernah cocok di sini. Semakin cepat klub mengambil keputusan, semakin baik untuk semua pihak,” lanjut Carragher.

Nada serupa juga datang dari legenda Everton, Duncan Ferguson. Ia menilai Amorim terlalu kaku dengan sistemnya dan gagal mencari cara lain untuk meraih kemenangan.

“Kelompok pemain ini sebetulnya lebih baik dari penampilannya sekarang. Tapi, dia tidak mencoba mengubah sistem atau mencari cara lain,” kata Ferguson. “Saat terus kalah, Anda harus mencari jalan untuk menang. Anda tak bisa terus berjalan dengan cara yang sama.”

Carragher juga menuding manajemen Man United ikut bertanggung jawab. Menurutnya, mereka sejak awal tahu bahwa Amorim tidak akan mengubah pakemnya. “Sistem adalah ‘bayi’-nya. Ini juga salah Omar Berrada, Jason Wilcox, atau Sir Jim Ratcliffe yang membawanya masuk,” kritiknya.

Mantan bek timnas Inggris itu makin tajam dalam komentarnya. “Saya rasa setiap manajer Premier League lainnya akan berpikir: saya bisa melakukan pekerjaan lebih baik dari ini,” ujarnya. “Amorim sudah diberi dana besar, tapi hasilnya tetap di luar akal sehat. Hanya ada satu jalan keluar: mereka harus berjabat tangan dan berpisah secepatnya.”

Marc Klok Ungkap Peluang Persib Bandung di Playoff ACL 2

Tidak hanya Carragher, Gary Neville pun ikut mempertanyakan logika sistem Amorim. Neville secara spesifik menyoroti penempatan Mason Mount sebagai wingback kiri.

“Anda tidak bisa menaruh Mason Mount di posisi itu. Maaf, tapi itu tidak bisa diterima. Saya sudah sulit melihatnya di posisi aslinya, apalagi di wingback kiri. Itu benar-benar konyol,” kata Neville.

Kepercayaan publik terhadap manajemen Man United dan Amorim kini berada di ujung tanduk. Partai kandang melawan Sunderland akhir pekan ini bisa menjadi penentu. Setelah itu, mereka harus bertandang ke Anfield menghadapi Liverpool, sebuah pertandingan yang berpotensi menjadi klimaks dari era Ruben Amorim di Old Trafford.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

03

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Profil Erling Haaland: Harapan Norwegia dan Kandidat Top Skor Piala Dunia 2026

06

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

07

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

08

Bencana Sumatra Rusak Parah 54 Sekolah; Siswa Belajar di Tenda

Berita Terbaru