RIYADH – Legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry, memberikan pembelaan terhadap Cristiano Ronaldo yang tertangkap kamera menangis haru usai memastikan gelar juara Liga Arab Saudi musim 2025/2026 bersama Al Nassr.
Keberhasilan Al Nassr mengunci gelar juara dipastikan setelah menaklukkan Damac dengan skor 4-1, Jumat (22/5) dini hari WIB. Kemenangan tersebut membuat Al Nassr kokoh di puncak klasemen dengan 86 poin, unggul dua angka dari rival terdekat mereka, Al Hilal.
Momen emosional Ronaldo terjadi sesaat setelah ia mencetak gol kedua pada menit ke-80. Air mata sang megabintang terlihat mengalir, sebuah pemandangan yang memicu berbagai reaksi publik.
Menanggapi hal tersebut, Henry menegaskan bahwa tangisan Ronaldo bukanlah tanda kelemahan, melainkan cerminan mentalitas juara yang tetap terjaga meski kini telah menginjak usia 41 tahun.
“Banyak orang mencemooh Ronaldo karena menangis setelah memenangkan Liga Pro Saudi. Namun, bagi saya, momen itu justru menjelaskan mengapa dia adalah salah satu atlet terhebat yang pernah ada,” ujar Henry seperti dikutip dari *Thairath*.
Menurut mantan striker Arsenal ini, Ronaldo sebenarnya sudah tidak perlu membuktikan apa pun. Sepanjang kariernya, ia telah mengoleksi hampir semua trofi bergengsi, mulai dari Liga Champions, Ballon d’Or, hingga gelar liga di liga-liga top Eropa.
Kendati demikian, Henry menyoroti konsistensi luar biasa yang ditunjukkan Ronaldo. Di usianya yang ke-41, gairah pemain berjuluk CR7 itu dinilai tidak jauh berbeda dengan saat ia baru merintis karier di Sporting Lisbon.
“Sebagian besar pemain kehilangan semangat setelah meraih trofi besar, tetapi Cristiano tidak pernah kehilangan rasa lapar itu. Dia merayakan kemenangan dengan emosi dan antusiasme yang sama seperti saat masih remaja,” lanjut Henry.
Henry menambahkan, kekuatan utama Ronaldo bukan sekadar bakat, melainkan pola pikir dan disiplin yang ia terapkan setiap hari. Ronaldo selalu memperlakukan setiap pertandingan seolah-olah itu adalah musim terakhirnya.
“Itulah yang membedakan seorang legenda dengan pemain hebat lainnya. Cristiano memperlakukan setiap laga dengan sangat penting. Itulah alasan ia mampu bertahan di puncak karier selama hampir 20 tahun,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Henry menyebut semangat Ronaldo merupakan pelajaran berharga bagi generasi muda. Menurutnya, kesuksesan sejati lahir dari pengorbanan, konsistensi, dan keteguhan untuk tidak pernah berpuas diri.
“Anda boleh menyukai atau membencinya, tetapi Anda wajib menghormati pola pikirnya. Sepak bola mungkin tidak akan pernah lagi melihat atlet dengan semangat juang seperti Cristiano Ronaldo,” tutup Henry.

