SURABAYA – Persebaya Surabaya dikabarkan tengah membidik talenta muda potensial dari Liga 2 untuk memperkuat komposisi skuad pada musim depan. Rencana ini menjadi langkah awal tim berjuluk Green Force dalam membangun proyek jangka panjang di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares.
Kabar ketertarikan manajemen Persebaya terhadap pemain muda dari kasta kedua kompetisi sepak bola Indonesia ini pertama kali mencuat melalui akun media sosial pengamat transfer. Meski demikian, pihak manajemen saat ini baru memasuki tahap komunikasi awal dan belum melangkah ke fase negosiasi resmi.
Hingga saat ini, belum ada nama spesifik yang dibocorkan ke publik. Namun, langkah ini dinilai selaras dengan rekam jejak Bernardo Tavares yang dikenal gemar mengembangkan potensi pemain muda melalui regenerasi skuad. Pelatih asal Portugal itu diyakini tengah menyusun kerangka tim yang menyeimbangkan antara talenta muda potensial dengan pemain senior berpengalaman demi target juara.
Upaya perburuan pemain muda ini pun memicu beragam reaksi dari pendukung setia Persebaya, Bonek. Mengingat saat ini skuad utama Green Force sebenarnya sudah dihuni oleh banyak pemain U-23, sejumlah pihak mempertanyakan urgensi perekrutan pemain baru dari Liga 2.
Berdasarkan data Transfermarkt, Persebaya saat ini setidaknya memiliki 11 pemain berusia di bawah 23 tahun. Nama-nama seperti Toni Firmansyah, Mikael Tata, hingga pemain muda berusia 18 tahun, Dimas Wicaksono, sudah menunjukkan kontribusi nyata di lapangan sepanjang musim ini.
Merespons hal tersebut, basis pendukung Persebaya terbagi menjadi dua kubu di media sosial. Sebagian Bonek mendukung penuh kebijakan Bernardo Tavares dalam meracik tim, sementara lainnya berharap manajemen lebih memprioritaskan mendatangkan pemain “siap pakai” yang memiliki mental juara untuk meningkatkan daya saing tim di papan atas.
Kendati menuai perdebatan, langkah mendatangkan wajah baru dari Liga 2 tetap dipandang sebagai strategi krusial untuk meningkatkan persaingan internal. Dengan kompetisi yang ketat di sesi latihan, kualitas individu pemain diharapkan meningkat, sekaligus memberikan fleksibilitas taktik bagi sang pelatih untuk menghadapi ketatnya kompetisi musim depan.
Persebaya diprediksi akan semakin aktif melakukan pergerakan di bursa transfer setelah tim menyelesaikan evaluasi menyeluruh atas performa mereka di musim ini. Proses regenerasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat Green Force dalam mengembalikan kejayaan tim di kasta tertinggi sepak bola tanah air.

