NAPLES – Antonio Conte secara mengejutkan memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai pelatih Napoli pada akhir musim kompetisi 2025-2026. Keputusan ini memicu efek domino bagi bursa pelatih di Liga Italia musim panas mendatang.
Meskipun kontraknya baru akan berakhir pada Juni 2027, pelatih berusia 56 tahun tersebut memilih untuk hengkang lebih awal. Pakar transfer Italia, Fabrizio Romano, mengonfirmasi bahwa Conte telah menyampaikan keputusannya kepada Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, sejak bulan lalu.
Menariknya, kepergian Conte dilakukan tanpa adanya biaya kompensasi atau pesangon. Langkah ini memberikan keuntungan finansial bagi Napoli dengan potensi penghematan mencapai 18 juta euro (sekitar Rp370,3 miliar), yang mencakup sisa gaji Conte beserta staf kepelatihannya selama satu musim.
Meski gagal mengulang kesuksesan meraih *scudetto* seperti musim lalu, Conte berhasil menuntaskan tugasnya dengan membawa Napoli finis di zona empat besar dan mengamankan tiket Liga Champions.
Pasca-keputusan ini, nama Conte santer dikaitkan dengan kursi pelatih tim nasional Italia yang tengah lowong pasca-kepergian Gennaro Gattuso. Ia bukan satu-satunya kandidat, karena nama besar lain seperti Massimiliano Allegri, Stefano Pioli, hingga Pep Guardiola turut dirumorkan menjadi suksesor.
Revolusi kepelatihan di Italia diprediksi semakin memanas. Napoli sendiri mulai membidik sejumlah nama untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Conte, di antaranya Maurizio Sarri dari Lazio serta Fabio Grosso yang sukses membawa tim asuhan Jay Idzes tampil impresif di papan tengah Serie A.
Selain itu, dinamika kursi pelatih juga berpotensi melibatkan pergantian di klub besar lainnya seperti AC Milan, Juventus, hingga Atalanta. Nama-nama seperti Simone Inzaghi, Raffaele Palladino, dan Vincenzo Italiano masuk dalam pusaran bursa pelatih yang akan menentukan arah kompetisi Liga Italia musim depan.

