Motegi – Marc Marquez, pembalap tim Ducati Lenovo, berada di ambang sejarah hari ini (28/9/2025) di Sirkuit Motegi, Jepang, dengan peluang besar mengunci gelar Juara Dunia MotoGP 2025. Keyakinan atas raihan titel ketujuhnya di kelas utama ini bahkan datang dari adiknya sekaligus pesaing terdekat, Alex Marquez dari Gresini Racing, yang menjamin sang kakak akan menjadi juara.
Jika berhasil, ini akan menjadi gelar juara dunia pertama bagi “The Baby Alien” sejak musim 2019, mengakhiri penantian lebih dari 2000 hari. Balapan utama MotoGP Jepang akan dimulai pukul 12.00 WIB.
Dengan keunggulan 191 poin atas Alex Marquez, satu-satunya pembalap yang secara matematis masih bisa menggagalkan langkahnya, Marc hanya tinggal menunggu waktu. Secara historis, belum ada pembalap yang mampu melakukan *comeback* dari selisih lebih dari 100 poin di perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Meskipun memiliki beberapa skenario untuk mengunci gelar, cara paling aman bagi Marc adalah finis di depan sang adik dalam balapan ini.
Alex Marquez sendiri, yang finis di posisi ke-10 pada sprint race sehari sebelumnya (27/9), sangat yakin kakaknya akan juara. “Marc akan menjadi juara besok (hari ini) dalam balapan yang normal,” ujar Alex, seraya menambahkan bahwa ia akan berjuang untuk finis di sekitar posisi keenam.
Dalam sprint race, Marc Marquez harus puas di posisi kedua, nyaris dua detik di belakang rekan setimnya, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia. Namun, “The Baby Alien” tidak ingin menunda lagi momen penentuan gelarnya.
Meski masih ada lima seri tersisa setelah Jepang, kekasih Gemma Pinto itu bertekad menyegel gelar di Negeri Sakura. Pasalnya, seri selanjutnya di Mandalika, Lombok, pada 5 Oktober mendatang, memiliki catatan kurang bersahabat baginya. Sejak Sirkuit Mandalika digunakan pada MotoGP 2022, Marc Marquez belum pernah finis di balapan utama.
“Saya harus melupakan apa yang dipertaruhkan dan fokus pada balapan, yang merupakan hal yang saya kuasai,” kata Marc Marquez. Ia mengaku ingin menyelesaikan perebutan gelar ini secepatnya. “Ini aneh, karena saat masih muda, Anda tidak menyadari tekanan dan berpikir bahwa tidak ada masalah, bahwa akan ada kesempatan lain,” tambah pembalap kelahiran 17 Februari 1993 itu. “Tapi kali ini, saya ingin menyelesaikannya sekarang.”
Sirkuit Motegi memiliki makna khusus bagi pemilik enam gelar juara dunia MotoGP ini. Tiga dari enam gelar juara dunianya dipastikan di lintasan sepanjang 4,8 km ini, yakni pada musim 2014, 2016, dan 2018.
Akan menarik untuk melihat bagaimana Marc Marquez mengunci gelar di Motegi, yang notabene adalah markas besar pabrikan Honda, tim yang diperkuatnya selama 11 tahun sejak debut di kelas para raja pada 2013, setelah kini beralih ke Ducati.

