Tangerang Selatan – Sampah yang sebelumnya dimuat di atas truk, akhirnya ditumpahkan di halaman Kantor Walikota. Tumpukan sampah tersebut bahkan menimbun mobil Satpol PP yang menghalangi laju truk.
Presiden Mahasiswa UMJ, Ikbal, menilai Pemkot Tangsel terlalu lama menangani masalah sampah. Mahasiswa mendesak pemkot untuk tidak bekerja sama dengan swasta, melainkan melibatkan masyarakat.
"Swastanya siapa? Siapa yang diuntungkan? Masyarakat dapat apa? Jangan kerja sama dengan swasta, kerja sama dengan masyarakatnya. Munculkan edukasi-edukasi terkait pengolahan sampah," ujar Ikbal.
Mahasiswa menganggap pengelolaan sampah di Tangsel bukan lagi gagap, tetapi gagal. Ikbal mencontohkan, tahun lalu anggaran pengelolaan sampah mencapai Rp 3,9 miliar, namun masyarakat tidak merasakan dampaknya.
"Kalau memang enggak mampu, lebih baik dibuka wadahnya kepada masyarakat untuk mengolah sampahnya bersama-sama," jelas Ikbal.
Upaya dialog mahasiswa dengan walikota atau pejabat terkait Pemkot tidak berhasil karena pejabat yang bersangkutan tidak berada di lokasi atau di kantor.


