IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

KPK Bongkar Dugaan Mobilisasi Outsourcing untuk Fadia di Pilkada

kpk-bongkar-dugaan-mobilisasi-tenaga-outsourcing-untuk-menangkan-fadia-di-pilkada
KPK Bongkar Dugaan Mobilisasi Tenaga Outsourcing untuk Menangkan Fadia di Pilkada

Pekalongan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan mobilisasi tenaga outsourcing di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung Fadia dalam kontestasi politik di Pekalongan. Temuan itu muncul dari pengembangan penyidikan perkara dugaan benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa serta dugaan penerimaan gratifikasi yang menyeret nama Fadia.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyidik memperoleh informasi bahwa para pekerja outsourcing diduga ditekan agar memberikan dukungan politik. Jika tak mengikuti arahan tersebut, mereka disebut terancam diberhentikan atau diganti dengan personel lain.

“Dalam penyidikan ini kemudian didapati informasi dan keterangan adanya dugaan bahwa para staf outsourcing ini jika tidak mendukung FAR dalam kontestasi pilkada, akan diberhentikan atau diganti oleh personel lainnya,” kata Budi, Senin 1 Juni 2026.

KPK menilai, dugaan itu menunjukkan proyek outsourcing bukan hanya diduga dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis melalui PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), tetapi juga sebagai alat penggalangan suara. Budi menyebut, ada indikasi pengerahan para staf outsourcing dalam Pilkada Pekalongan.

“Artinya memang di sini ada dugaan mobilisasi atau pengerahan staf-staf outsourcing ini dalam pilkada di Pekalongan,” ujarnya.

KPK Duga Praktik Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Meluas ke Kampus Lain

Menurut KPK, dukungan kepada Fadia diduga diminta secara langsung maupun lewat pihak-pihak tertentu yang berperan sebagai perantara di berbagai dinas. Penyidik juga masih mendalami laporan adanya ancaman terhadap pekerja yang menolak memberikan dukungan politik.

“Nah informasinya demikian, jika para staf outsourcing ini tidak mau mendukung saudari FAR, maka akan diberhentikan atau digantikan,” ungkap Budi.

KPK menyebut pola seperti ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memperlihatkan penyalahgunaan proyek pemerintah dan tenaga kerja yang dibiayai negara untuk kepentingan elektoral. Lembaga antirasuah itu menegaskan temuan tersebut akan memperkaya hasil penyidikan agar rekomendasi yang disusun semakin lengkap dan menyesuaikan perkembangan modus rekayasa dalam proses pemilihan.

“Sehingga modus-modus ini menjadi pengayaan supaya nanti hasil dan rekomendasinya pun juga bisa lebih berkembang, lebih update lagi, tentunya sesuai dengan perkembangan modus-modus rekayasa dalam proses kepemiluan,” tutur Budi.

Komentar
BK DPR RI Perkuat Telesurvei untuk Susun RUU Akurat

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

08

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

Berita Terbaru