Teheran – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan pemerintahannya tidak akan memberi konsesi dalam diplomasi sebelum memperoleh hasil nyata yang bisa diverifikasi. Penegasan itu ia sampaikan dalam sidang virtual Majelis Permusyawaratan Islam yang menandai dimulainya tahun ketiga masa kerja Parlemen Iran ke-12, Minggu, 31 Mei 2026, waktu setempat.
Ghalibaf menyebut keberhasilan perundingan tidak boleh dinilai dari janji politik atau ucapan lawan, melainkan dari capaian konkret di lapangan. Ia mengatakan Iran hanya akan menunaikan komitmen apabila lebih dulu mendapatkan keuntungan yang jelas.
“Para prajurit di medan pertempuran perjuangan diplomatik sama sekali tidak mempercayai kata-kata dan janji-janji musuh,” kata Ghalibaf, dikutip dari media pemerintah Iran, IRNA, Senin, 1 Juni 2026.
Ia menambahkan, pihaknya belum akan menyetujui kesepakatan apa pun selama hak-hak Iran belum dipastikan terlindungi. “Kriteria kami adalah pencapaian nyata yang harus kami raih, dan hanya sebagai imbalan atas pencapaian tersebut kami akan memenuhi komitmen kami. Sampai kami yakin bahwa kami telah menjamin hak-hak bangsa Iran, kami tidak akan menyetujui perjanjian apa pun,” ujarnya.
Dalam pidato yang sama, Ghalibaf juga mengenang mendiang Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Ia mengatakan rakyat Iran masih berduka atas wafatnya sosok yang selama puluhan tahun dinilai berperan besar dalam membimbing Revolusi Islam dan meletakkan fondasi Iran yang kuat, mandiri, serta berpengaruh.
Selain itu, ia menyampaikan penghargaan kepada Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei atas pesan strategis yang diberikan kepada parlemen. Menurut Ghalibaf, arahan tersebut menjadi panduan penting bagi para legislator.

