IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Nilai Ekspor Minyak Kelapa Indonesia Naik Meski Volume Penjualan Menurun

JAKARTA – Indonesia sukses mempertahankan posisi sebagai eksportir minyak kelapa terbesar kedua di dunia dengan pangsa pasar mencapai 22 persen sepanjang 2025. Data dari Indonesia Eximbank Institute menunjukkan, industri ini tetap menunjukkan resiliensi yang solid meskipun dihadapkan pada tekanan pasokan global dan fluktuasi produksi.

Kepala Indonesia Eximbank Institute, Rini Satriani, mengungkapkan bahwa nilai ekspor minyak kelapa Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 43 persen selama periode Januari hingga Desember 2025. Kenaikan nilai ini terjadi meski volume pengiriman sempat terkoreksi sekitar 18 persen.

“Lonjakan nilai ekspor dipicu oleh kenaikan harga akibat terbatasnya pasokan bahan baku domestik yang terdampak fenomena El Niño. Kondisi ini membuat sebagian pabrik harus mengurangi kapasitas produksi untuk sementara waktu,” ujar Rini dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/5/2026).

Saat ini, Indonesia bersaing ketat di pasar global dengan Filipina yang memegang pangsa pasar 49 persen, serta Belanda di posisi ketiga dengan 10 persen. Keunggulan Indonesia terletak pada diversifikasi pasar yang sangat luas, mencakup lebih dari 90 negara tujuan utama seperti Belanda, Cina, Filipina, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Selain itu, tingginya permintaan global terhadap produk berbahan alami untuk sektor pangan, kosmetik, dan kesehatan menjadi peluang besar bagi Indonesia. Terlebih, produk minyak kelapa dimurnikan (refined coconut oil) asal Indonesia dinilai memiliki daya saing yang sangat kuat di pasar internasional.

United Tractors Optimistis Kinerja Pulih, Simak Rekomendasi Saham UNTR Hari Ini

IEB Institute memproyeksikan nilai ekspor minyak kelapa akan tumbuh moderat sebesar 9 persen pada 2026. Pertumbuhan ini diperkirakan akan menyesuaikan dengan pemulihan produksi dari negara kompetitor dan stabilisasi harga komoditas global.

Di balik prospek yang cerah, Rini mengingatkan adanya tantangan serius terkait ketahanan pasokan bahan baku nasional. Masalah seperti penuaan pohon kelapa, rendahnya produktivitas pekebun kecil, dampak cuaca ekstrem, hingga meningkatnya ekspor kelapa bulat menjadi catatan penting.

Pemerintah sendiri telah mulai melakukan langkah mitigasi melalui program peremajaan kebun (replanting). Tercatat, realisasi peremajaan mencapai 44,9 ribu hektar pada 2024, dengan target perluasan hingga ratusan ribu hektar pada periode 2026–2027.

Strategi hilirisasi juga menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan industri. Dengan penguatan industri pengolahan bernilai tambah dan dukungan kebijakan yang tepat, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk terus memperkuat dominasinya sebagai pemain utama dalam rantai pasok minyak kelapa dunia.

Komentar
Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap Menguat Saat Pasar Saham Pulih

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

08

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

Berita Terbaru