Jakarta – Lebih dari 500 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Data terbaru dari Basarnas hingga Minggu (1/12) pukul 21.00 WIB menunjukkan total 539 korban jiwa, sementara ratusan lainnya masih dalam pencarian.
Operasi SAR gabungan terus dilakukan di ketiga provinsi tersebut untuk menemukan 453 korban yang dinyatakan hilang. Angka ini sedikit berbeda dengan data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mencatat 604 korban meninggal dunia.
Di Sumatera Utara, Basarnas mencatat 217 korban meninggal dunia dan 168 korban hilang. Sebanyak 3.029 jiwa telah berhasil dievakuasi dari sejumlah daerah terdampak, termasuk Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Langkat, Deli Serdang, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Pakpak Bharat, dan Humbang Hasundutan.
Sementara itu, di Aceh, data Basarnas menunjukkan 156 korban meninggal dunia dan 169 korban hilang. Para korban berasal dari Pidie, Pidie Jaya, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Subulussalam, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, dan Kota Langsa.
Di Sumatera Barat, bencana juga menyebabkan 166 korban meninggal dunia dan 116 korban hilang. Upaya pencarian terus berlangsung di Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Padang, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, dan Kota Padang Panjang.
Perbedaan data antara Basarnas dan BNPB dalam situasi tanggap darurat bencana kerap terjadi. Hal ini disebabkan oleh dinamika kondisi lapangan di mana jumlah korban meninggal, hilang, maupun luka-luka dapat terus bertambah setiap saat seiring dengan berjalannya proses identifikasi dan evakuasi. BNPB sendiri merinci korban meninggal di Aceh sebanyak 156 jiwa, Sumbar 165 jiwa, dan Sumut 283 jiwa.


