YAHUKIMO, Gonesia.com – Aparat keamanan bersama masyarakat setempat telah merampungkan proses evakuasi bangkai pesawat Pilatus PK-RCY milik AMA Air yang hancur akibat aksi pembakaran oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Lapangan Terbang Balinggama, Papua Pegunungan.
Operasi pembersihan puing yang berlangsung pada Sabtu (18/7) tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen Lucky Avianto.
Langkah evakuasi ini menjadi krusial guna memulihkan akses transportasi udara yang merupakan satu-satunya jalur penghubung vital bagi masyarakat di wilayah tersebut.
“Kami mengevakuasi puing-puing Pesawat Pilatus dengan nomor registrasi PK-RCY milik AMA Air yang dibakar dan pilot pesawat Nicholas F. Gosselin dibunuh oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM),” ujar Lucky kepada awak media sebagaimana dikutip dari JawaPos.com.
Proses pembersihan sisa-sisa reruntuhan pesawat dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan prajurit TNI, tokoh agama, hingga warga sipil setempat.
Sinergi antara aparat dan masyarakat ini menunjukkan adanya keinginan kuat dari warga lokal untuk segera memulihkan aktivitas penerbangan perintis yang sempat lumpuh total.
Lucky menekankan bahwa pemulihan jalur transportasi ini sangat mendesak demi kelancaran distribusi logistik serta kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang terhambat pasca-insiden.
Ia menambahkan bahwa normalisasi akses udara akan sangat membantu pelayanan keagamaan bagi umat di wilayah Balinggama yang selama ini bergantung pada penerbangan perintis.
“Sehingga masyarakat khususnya gereja di seluruh dunia, dapat memberikan pelayanan kembali bagi umat dan logistik serta kegiatan sosial ekonomi masyarakat kembali normal,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengecam keras tindakan TPNPB-OPM yang dianggap telah melampaui batas kemanusiaan dengan menyerang pilot yang tidak bersalah.
Menurutnya, puing-puing pesawat tersebut menjadi saksi bisu atas tindakan biadab kelompok bersenjata yang tidak segan mengorbankan nyawa manusia demi kepentingan ideologi mereka.
Ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh kelompok tersebut telah menciderai norma moral serta nilai-nilai adat dan agama yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Papua.
“Mengingat kekejian OPM telah menginjak-injak norma moral, budaya, adat dan agama, yang dijunjung oleh semua umat manusia yang beradab di dunia,” jelas dia.
Lebih lanjut, pihak Kogabwilhan III memastikan bahwa saat ini kondisi keamanan di sekitar Lapangan Terbang Balinggama sudah kembali kondusif dan terkendali.
Upaya sterilisasi lokasi dilakukan agar pesawat perintis dapat kembali beroperasi dengan aman untuk melayani kebutuhan masyarakat luas.
Pemerintah melalui militer berkomitmen untuk terus menjaga keamanan di wilayah tersebut agar masyarakat tidak lagi hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat aksi teror.
“Insya Allah jalur transportasi satu-satunya dari dan ke Balinggama dapat segera diakses oleh penerbangan perintis, aman digunakan oleh masyarakat khususnya umat Kristiani, agar saudara-saudara kita ini segera mendapatkan kembali pelayanan dari keuskupan maupun gereja,” tutupnya.


