Banyuwangi – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mewajibkan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk rutin mengunjungi sekolah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain berkoordinasi dengan guru, Kepala SPPG juga diminta mendata jumlah penerima manfaat MBG dan memantau perkembangan siswa.
Nanik menyampaikan kewajiban ini saat memberikan pengarahan kepada Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi, dalam acara koordinasi dan evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG, di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu, 24 Januari 2026. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas turut hadir.
Nanik mengaku sedih atas viralnya berita tentang SDN 1 Batuporo Timur di Sampang, Madura, yang menerima 63 porsi MBG meski tidak ada kegiatan belajar mengajar karena tidak memiliki siswa. Bahkan, salah satu ruang kelas digunakan untuk berkaraoke.
Hasil temuan sementara menunjukkan sekolah tersebut awalnya memiliki 33 siswa dan 7 guru. Namun, siswa kemudian memilih belajar di Madrasah dan hanya datang ke sekolah pada hari Jumat.
Munculnya berita viral ini menimbulkan asumsi bahwa BGN lemah dalam data. Padahal, jarak SPPG dengan sekolah hanya 10 menit. "Ini karena SPPG malas, dan tidak mengecek ke lapangan," kata Nanik.
Karena itu, Nanik mewajibkan Kepala SPPG untuk datang ke sekolah penerima manfaat dan posyandu, berkoordinasi, dan mendapatkan data terbaru. "Jangan sampai terulang kasus seperti yang di Madura itu," ujarnya.


