JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan membuka pintu rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi lulusan di luar Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, termasuk lulusan SMA, mulai tahun depan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan skema penerimaan bersifat hibrida, mengakomodasi jalur STAN dan non-STAN.
Kemenkeu menargetkan rekrutmen hingga 19.500 Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam periode 2025-2029. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu.
Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan komposisi formasi final masih menunggu formula dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB). Ia menambahkan, jalur non-STAN tidak akan menghapus porsi pelamar dari PKN STAN.
Secara spesifik, Kemenkeu berencana merekrut 300 lulusan SMA dari seluruh Indonesia. Mereka akan ditempatkan di masing-masing lokasi, khususnya untuk memperkuat tenaga lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Purbaya menilai tidak semua posisi bisa diisi tenaga teknis.
Pada tahun 2025, Kemenkeu mengalokasikan 2.100 formasi ASN. Jumlah ini akan meningkat signifikan menjadi 4.350 formasi setiap tahunnya untuk periode 2026 hingga 2029.
Rekrutmen massal ini bertujuan memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenkeu dan memastikan layanan publik, termasuk pengawasan Bea dan Cukai, tetap optimal. Kebutuhan ini muncul seiring proyeksi 5.738 pegawai memasuki batas usia pensiun dalam kurun 2025-2029, serta proyeksi *turn over* 2.010 pegawai karena berbagai alasan seperti mutasi, meninggal, atau mengundurkan diri.

