Sport

Indonesia Pertimbangkan Dampak Penolakan Atlet Israel pada Bidding Youth Olympic Games 2030.

Jakarta – Indonesia secara resmi menolak kehadiran enam atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025, yang akan berdampak pada keputusan pemerintah untuk tidak menerbitkan visa bagi para atlet tersebut. Keputusan ini memicu pertanyaan besar mengenai potensi konsekuensi dari federasi internasional, terutama Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Keenam atlet Israel tersebut dipastikan tidak akan berkompetisi dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 yang dijadwalkan pada 19-25 Oktober 2025. Pemerintah Indonesia menegaskan penolakan pemberian visa, yang menjadi dasar tidak ikut sertanya mereka.

Meskipun Federasi Internasional Gimnastik (FIG) diklaim telah memberikan dukungan terhadap keputusan Indonesia, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari induk organisasi senam dunia tersebut. Situasi ini menambah ketidakpastian akan respons lebih lanjut dari komunitas olahraga global.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menyatakan pihaknya menghormati keputusan pemerintah. Oktohari juga menyadari bahwa langkah ini pasti akan memiliki konsekuensi tersendiri di panggung internasional.

Di tengah situasi ini, Indonesia tetap aktif menjajaki peluang untuk menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional lain, termasuk berpartisipasi dalam penawaran (bidding) untuk Youth Olympic Games 2030 mendatang. Hal ini menunjukkan ambisi Indonesia untuk tetap menjadi pusat kegiatan olahraga global.

Yuran Fernandes Resmi Gabung Persebaya, PSM Makassar Cari Pengganti Baru

“Kita tahu semua pasti ada konsekuensinya. Tapi, karena ini keputusan bersama dan kami sangat menghormati keputusan yang diambil karena kami juga berkomunikasi dengan pemerintah,” kata Oktohari dalam konferensi pers di Indonesia Arena, Jumat.

Okto menambahkan, NOC Indonesia akan mencermati dinamika terkait absennya atlet Israel serta menunggu potensi risiko dari pihak internasional. Ia menegaskan Indonesia akan terus mendorong agar menjadi tuan rumah event internasional.

“Semua konsekuensinya pasti nanti akan kami lihat setelah kegiatan, tapi kami terus akan mendorong bahwa event-event internasional di Indonesia ini bukan hanya negara peserta, tapi juga bisa menjadi negara tuan rumah,” tegasnya.

Oktohari juga optimistis dengan rekam jejak Indonesia yang cemerlang dalam menyelenggarakan berbagai acara olahraga internasional, baik event tunggal maupun multievent. Hal ini menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk terus mendapatkan kepercayaan dunia.

“Kami punya banyak sekali preseden yang baik dari kegiatan-kegiatan yang telah kami laksanakan yang sukses dan mendapatkan apresiasi baik nasional maupun internasional,” ujar Okto. “Kesuksesan Gimnastik dengan menyelenggarakan World Championship ini jadi perhatian dunia, dan akan jadi modal kami untuk menjadi tuan rumah kegiatan-kegiatan lain.”

Persib Bandung Resmi Datangkan Balsa Sekulic Gantikan Andrew Jung

Komentar

Berita Populer

01

Haaland Antar Norwegia Tantang Brasil di 16 Besar

02

J&T Express Perluas Layanan Logistik Internasional ke 60 Negara

03

Cristiano Ronaldo Persembahkan Kemenangan Portugal untuk Diogo Jota dan Rakyat

04

Lonjakan Laba BUMN Bukti Transformasi Danantara Efektif

05

Aturan Latsarmil Direvisi, Calon Manajer Kopdes Merah Putih Batal Jadi Komcad

06

Zigo Dorong Feeder Tol Dharmasraya-Rengat Jadi Prioritas 2027

07

Lima Tim Asia Terhenti di Awal Kualifikasi Piala Dunia 2026

08

Gol Dramatis Menit Akhir Bawa Brasil Taklukkan Jepang

Berita Terbaru