Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyarankan pemerintah untuk kembali menerapkan diskon tarif listrik sebesar 50 persen. Kebijakan ini dinilai krusial untuk mendongkrak konsumsi masyarakat, meredam tekanan inflasi domestik, dan secara keseluruhan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan INDEF, Abra Talattov, menekankan bahwa kebijakan serupa yang pernah berlaku pada periode Januari-Februari 2025 telah terbukti efektif. Diskon tarif listrik dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
Menurut Abra, berkurangnya beban tagihan listrik akan memungkinkan masyarakat mengalokasikan pengeluaran mereka ke kebutuhan esensial lainnya, seperti bahan pokok dan layanan penting. Langkah ini secara langsung dapat membantu mengendalikan laju inflasi.
Program pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya menunjukkan potensi besar dalam mendorong tambahan konsumsi rumah tangga. Subsidi tarif listrik meningkatkan pendapatan riil masyarakat dengan mengurangi biaya operasional, yang kemudian meningkatkan daya beli.
Efek ini dikenal sebagai peningkatan *marginal propensity to consume* (MPC), di mana sebagian besar porsi pendapatan dialokasikan untuk konsumsi. Dengan demikian, subsidi listrik menciptakan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan pengeluaran pada barang dan jasa lain.
Tambahan konsumsi masyarakat pasca pemberian diskon tarif listrik pada akhirnya berkontribusi positif terhadap peningkatan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) serta pertumbuhan PDB secara keseluruhan.
Abra menegaskan bahwa diskon tarif listrik merupakan opsi kebijakan yang relevan sebagai stimulus ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Konsumsi rumah tangga merupakan komponen terbesar dalam PDB Indonesia, mencapai sekitar 54,6 persen pada tahun 2024.
Dengan adanya penghematan biaya listrik, masyarakat akan mengalihkan pengeluaran ke sektor riil. Hal ini sangat penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, khususnya di awal tahun.


