Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak menguat di awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (16/9/2025). IHSG bergerak di zona hijau, sementara rupiah menunjukkan apresiasi terhadap dollar AS di pasar spot.
Pada pukul 09.02 WIB, IHSG tercatat di posisi 7.964,25. Angka ini melonjak 27,13 poin atau 0,34 persen dari penutupan sebelumnya di level 7.937,18.
Tercatat, 307 saham melaju di zona hijau. Sementara itu, 127 saham bergerak di zona merah dan 203 saham lainnya stagnan. Total transaksi mencapai Rp 933,54 triliun, melibatkan 1,88 miliar saham yang diperdagangkan.
Di pasar spot, nilai tukar rupiah turut menguat. Pada pukul 09.15 WIB, rupiah berada di level Rp 16.376 per dollar AS. Ini menguat 39,5 poin atau 0,24 persen dari penutupan sebelumnya di Rp 16.415,5 per dollar AS.
Sejumlah faktor, baik global maupun domestik, mendorong penguatan pasar. Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyoroti penantian penurunan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) dan membaiknya hubungan Amerika Serikat (AS)-China sebagai pendorong utama.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berkomunikasi dengan Presiden China Xi Jinping pada Jumat mendatang untuk membahas kerangka kesepakatan aplikasi TikTok. Sebelumnya, Trump menjanjikan perjanjian perdagangan yang lebih luas dengan China jika kesepakatan TikTok tercapai.
Dari dalam negeri, pemerintah terus meluncurkan berbagai kebijakan stimulus ekonomi. Langkah ini bertujuan untuk menjaga pertumbuhan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.
Salah satu kebijakan utama adalah perpanjangan insentif Pajak Penghasilan (PPh) final 0,5 persen bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) beromzet hingga Rp 4,8 miliar. Insentif ini diperpanjang hingga tahun 2029, dengan alokasi anggaran Rp 2 triliun pada 2025 dan telah menjangkau lebih dari 542.000 UMKM.
Berdasarkan analisis teknikal Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG berpotensi menguat terbatas. Level support dan resisten diperkirakan berada pada 7.850-7.970.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menambahkan bahwa IHSG kini mendekati resisten Fibonacci di level 7.953. Penembusan di atas level tersebut akan membuka peluang ekstensi tren naik menuju 8.007, berdasarkan analisis Fibonacci projection.
Namun, kenaikan IHSG dapat berakhir lebih awal jika resisten Fibonacci 7.953 tetap bertahan. Level support IHSG berada di 7.821, 7.742, 7.604, dan 7.534, sementara level resistennya di 7.953, 8.025, dan 8.102. Indikator MACD juga menunjukkan kondisi netral.
Untuk rupiah, Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat terhadap dollar AS. Dollar AS berpotensi tertekan oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga “jumbo” sebesar 50 basis poin (bps) pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) besok.
Ia memproyeksikan rentang perdagangan rupiah hari ini berada di kisaran 16.350-16.450 per dollar AS.
Sementara itu, bursa kawasan Asia pada hari ini mayoritas dibuka di zona hijau. Shanghai Composite naik 0,02 persen (0,90 poin) ke level 3.861,40, Nikkei naik 0,40 persen (179,89 poin) ke level 44.948,00, dan Hang Seng naik 0,16 persen (42,22 poin) ke level 26.488,78. Namun, Strait Times tercatat melemah 0,10 persen (4,29 poin) di level 4.334,12.

