IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Hetifah Minta Usut Transparan Temuan Diduga Senjata di Sekolah

Jakarta – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta kasus temuan barang yang diduga senjata api di salah satu sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, ditangani secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum. Ia menekankan, proses pengusutan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tetap menempatkan keselamatan peserta didik sebagai prioritas.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/8/2026), Hetifah menegaskan bahwa sekolah semestinya menjadi ruang belajar yang aman dan kondusif. Karena itu, ia memandang temuan sejumlah barang di lingkungan sekolah tersebut sebagai persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan tanpa penjelasan yang terang.

“Kami memandang temuan berbagai barang, baik yang diduga berupa senjata api maupun barang lain di lingkungan salah satu sekolah di Jakarta Selatan merupakan persoalan yang sangat serius dan harus diusut secara menyeluruh, profesional, serta transparan oleh aparat penegak hukum,” ujar Hetifah.

Ia juga mengingatkan semua pihak untuk tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan. Menurutnya, asas praduga tak bersalah harus dijaga sampai penyelidikan menghasilkan fakta dan alat bukti yang jelas.

“Seluruh pihak juga harus mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menunggu hasil penyelidikan, agar status setiap barang yang ditemukan maupun pihak yang bertanggung jawab atas barang-barang tersebut dapat dipastikan berdasarkan fakta dan alat bukti,” katanya.

Pansus Kebut Formulasi Dana Khusus Kepulauan dan Hak Adat

Hingga kini, Komisi X DPR RI belum menerima penjelasan resmi dari aparat penegak hukum maupun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait perkembangan kasus tersebut. Meski begitu, Komisi X mendorong kementerian itu berkoordinasi erat dengan kepolisian agar kegiatan belajar di sekolah tetap berlangsung normal.

Hetifah juga menilai perlu ada evaluasi terhadap tata kelola aset, pengawasan, dan sistem keamanan di satuan pendidikan. Langkah itu, menurut dia, penting agar lingkungan sekolah tetap terjaga dan kejadian serupa tidak terulang.

Di sisi lain, ia meminta publik tidak menjadikan kasus ini sebagai gambaran umum dunia pendidikan Indonesia. Peristiwa tersebut, kata Hetifah, bersifat spesifik dan harus diperlakukan sesuai temuan yang ada di lapangan.

“Kami juga menegaskan bahwa kasus ini harus dipandang sebagai dugaan peristiwa yang bersifat spesifik, dan jangan digeneralisasi sebagai gambaran kondisi sekolah maupun dunia pendidikan Indonesia secara keseluruhan,” ucapnya.

Hetifah menilai kasus ini justru bisa menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan dan sistem keamanan di sekolah. Dengan begitu, satuan pendidikan tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan benar-benar mendukung tumbuh kembang serta perlindungan peserta didik.

QRIS Jadi Jalur Deposit Judol, Pemerintah Diminta Putus Aliran Dana

“Justru, peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, pengawasan, dan sistem keamanan di lingkungan satuan pendidikan, sehingga sekolah tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan sepenuhnya berorientasi pada tumbuh kembang serta perlindungan bagi peserta didik,” pungkasnya.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Kasus Asusila TransJakarta: Polisi Ungkap Fakta Baru, Pelaku Saling Meraba

03

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

06

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

07

DPRD Padang Desak Pemko Berantas Pungli, Selamatkan Pariwisata Pantai

08

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

Berita Terbaru