Brentford – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mencetak rekor baru di Liga Inggris setelah meraih 250 kemenangan tercepat, melampaui capaian Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger. Atas keberhasilan ini, Guardiola berencana mengundang kedua legenda tersebut untuk makan malam bersama.
Rekor bersejarah ini tercipta saat Manchester City menaklukkan Brentford 1-0 di Stadion Gtech Community. Guardiola hanya membutuhkan 349 pertandingan untuk mencapai angka 250 kemenangan, jauh lebih cepat dibandingkan Ferguson dan Wenger yang masing-masing memerlukan lebih dari 400 laga.
“Merupakan suatu kehormatan bisa bersanding dengan rekor Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger, saya akan mengundang mereka untuk makan malam yang menyenangkan,” ujar ahli taktik asal Catalunya itu. “Senang sekali bisa menjadi bagian dari sejarah Liga Inggris. Sangat senang. Sekarang mari kita raih 250 pertandingan lagi!” tambahnya penuh semangat.
Erling Haaland menjadi pahlawan kemenangan Manchester City malam itu. Striker internasional Norwegia tersebut berhasil menyambut umpan lambung Josko Gvardiol dan mencetak gol tunggal pertandingan pada menit kedelapan. Gol tersebut merupakan yang ke-18 bagi Haaland dalam 11 pertandingan di seluruh kompetisi musim 2025/2026.
Guardiola mengakui pertandingan tandang ini tidak mudah. “Saat bermain tandang, ketika unggul 1-0, kami selalu kesulitan. Di babak pertama, kami bermain sebaik mungkin dan seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol,” ungkap pelatih berusia 54 tahun itu.
“Kami tahu di babak kedua mereka akan lebih menekan. Lemparan ke dalam, tendangan sudut, tendangan bebas, kami selalu kerepotan. Namun, pertandingan berjalan dengan baik,” lanjut Guardiola.
Sayangnya, di tengah perayaan kemenangan ke-250 Guardiola dan gol ke-18 Haaland, kabar buruk datang dari gelandang andalan Rodri. Pemain asal Spanyol yang baru pulih dari cedera ACL itu harus ditarik keluar lapangan pada menit ke-20 setelah memegangi hamstringnya. Nico Gonzalez masuk menggantikan posisinya.
“Sepertinya (Rodri cedera) hamstring, tetapi kami belum tahu seberapa parah cederanya,” kata Guardiola, mengungkapkan kekhawatirannya akan kondisi maestro lini tengah berusia 29 tahun tersebut.

