Sarmi, Papua – Wilayah Pantai Timur Laut Sarmi diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,1 pada Jumat dinihari, 17 Oktober 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa yang terjadi dua menit setelah pergantian hari ini tidak berpotensi tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa episenter gempa terletak sekitar 50 kilometer tenggara Sarmi, Papua, dengan kedalaman 14 kilometer. Gempa ini termasuk kategori dangkal, dipicu oleh aktivitas Sesar Anjak Mamberamo.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pergerakan mendatar-naik atau *oblique thrust fault*. Guncangan gempa dirasakan di Kota Sarmi dengan skala intensitas III MMI, menggambarkan getaran yang terasa nyata dari dalam rumah, “seakan-akan ada truk berlalu.”
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Gempa M 5,1 ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan M 6,6 yang mengguncang Kabupaten Sarmi pada Kamis siang sebelumnya.
Daryono menambahkan, hingga Jumat dinihari pukul 00.20 WIB, BMKG mencatat 51 kejadian gempa susulan. Magnitudo gempa susulan tersebut bervariasi, mulai dari yang terbesar M 5,1 hingga yang terkecil M 2,6.


