IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Emas dan Perak Turun Saat AS-Iran Mereda

harga-emas-dan-perak-melemah-di-tengah-meredanya-ketegangan-as-iran
Harga Emas dan Perak Melemah di Tengah Meredanya Ketegangan AS-Iran

Singapura – Harga emas bergerak melemah pada awal perdagangan Senin, turun ke sekitar 4.050 dolar AS per ons setelah sempat menguat selama dua hari berturut-turut. Koreksi ini terjadi seiring meredanya ketegangan Amerika Serikat dan Iran, yang sebelumnya sempat mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi global.

Pelemahan harga logam mulia itu berbarengan dengan menurunnya permintaan terhadap aset safe haven. Pasar menilai eskalasi konflik yang berlangsung sejak Kamis lalu mulai mereda setelah kedua pihak mengambil langkah menahan serangan menjelang kelanjutan pembicaraan damai di Doha, Qatar, pekan ini.

Ketegangan memang sempat meningkat ketika Iran melancarkan serangan ke sejumlah sasaran, termasuk kapal kontainer, kapal pengangkut minyak Qatar, serta pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain. Militer AS kemudian membalas serangan tersebut. Namun, situasi berubah setelah Washington dan Teheran sepakat menghentikan sementara aksi militer.

Dari sisi data ekonomi, rilis inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Jumat lalu berada sesuai perkiraan pasar. Kondisi itu membuat pelaku pasar sedikit menurunkan ekspektasi adanya kenaikan suku bunga tambahan dari Federal Reserve pada tahun ini.

Fokus investor kini bergeser ke sederet data baru dari Amerika Serikat, khususnya laporan ketenagakerjaan bulanan dan indeks manufaktur ISM. Kedua rilis itu dipandang menjadi petunjuk penting untuk membaca arah kebijakan moneter bank sentral AS dalam beberapa bulan ke depan.

Korpri Salurkan Lima Ambulans, Satgas PRR Percepat Layanan Kesehatan

Tekanan serupa juga terjadi pada perak. Komoditas itu terkoreksi ke sekitar 58,5 dolar AS per ons dan ikut mengakhiri tren penguatan selama dua hari.

Pergerakan perak tak lepas dari sentimen konflik AS-Iran yang sempat mengerek harga energi dan menambah kekhawatiran inflasi. Tetapi, keputusan kedua negara untuk menangguhkan serangan sementara menjelang perundingan damai ikut mengurangi minat pasar terhadap instrumen lindung nilai.

Sama seperti emas, perak juga terimbas oleh data inflasi PCE AS yang sesuai proyeksi. Dengan ekspektasi pengetatan moneter yang mulai mereda, investor kini menunggu data tenaga kerja dan PMI Manufaktur ISM sebagai acuan berikutnya dalam memproyeksikan langkah The Fed.

Komentar