DENPASAR, Gonesia.com – Stadion Kapten I Wayan Dipta kembali menjadi pusat perhatian sepak bola nasional setelah mencatatkan kehadiran 16.000 penonton pada laga pembuka Super League 2026-2027 antara Bali United melawan PSS Sleman, Jumat (11/9).
Lonjakan jumlah penonton ini menjadi bukti nyata kembalinya gairah suporter di stadion setelah regulasi baru memperbolehkan kehadiran pendukung tim tamu untuk pertama kalinya sejak akhir 2022.
Data resmi dari panitia pelaksana Bali United mengonfirmasi bahwa angka tersebut menempatkan pertandingan ini di posisi kedua sebagai laga dengan jumlah penonton terbanyak di pekan perdana kompetisi.
Atmosfer riuh di Gianyar ini disebut-sebut sebagai pelepas kerinduan publik setelah empat tahun terakhir sempat meredup.
Kepadatan suporter yang hampir memenuhi kapasitas stadion tersebut membangkitkan memori kolektif saat klub asal Pulau Dewata itu meraih trofi juara pada musim 2019 silam.
Secara nasional, rekor kehadiran penonton tertinggi pada pekan pertama masih dipegang oleh duel Persib Bandung kontra PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api dengan total 24.923 penonton.
Posisi ketiga dalam daftar kehadiran terbanyak diisi oleh laga PSIM Yogyakarta melawan Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, yang disaksikan 8.790 penonton.
Sementara itu, laga antara Borneo FC kontra Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, menempati urutan keempat dengan catatan 6.161 penonton.
Di peringkat kelima terdapat pertandingan Persik Kediri versus Dewa United di Stadion Brawijaya yang dihadiri 5.662 penonton.
Duel antara Java United melawan Garudayaksa FC di Stadion Jatidiri, Semarang, berada di posisi keenam dengan jumlah 4.987 penonton.
Pertandingan Madura United FC kontra Persijap Jepara di Stadion Gelora Ratu Pamelingan menyusul di urutan ketujuh dengan 3.447 penonton.
Laga Bhayangkara Presisi Lampung FC versus Persebaya Surabaya di Stadion PKOR Pemuda, Lampung, menempati posisi kedelapan dengan 3.058 penonton.
Posisi terakhir dalam daftar sembilan besar diisi oleh pertandingan Arema FC melawan Isenmulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang disaksikan 1.767 penonton.
Dampak kehadiran suporter yang masif ini dirasakan langsung oleh para pemain di lapangan.
Striker Bali United, Jort van der Sande, mengakui bahwa energi dari tribun penonton memberikan pengaruh signifikan terhadap performa tim.
“Atmosfer pertandingan yang luar biasa. Dukungan dari para suporter benar-benar mengejutkan kami,” ujar Jort van der Sande sebagaimana dilansir dari laman resmi klub JPNN.com.
Ia mengungkapkan kepuasan atas performa tim yang mampu mengamankan kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
“Kami tampil baik dengan mencetak dua gol, meski harus kebobolan satu gol di menit-menit akhir.”
Ia menambahkan bahwa hasil positif tersebut tidak bisa dilepaskan dari peran vital suporter yang memberikan motivasi sepanjang pertandingan.
“Namun, ini tetap hasil yang fantastis, tak lepas dari dukungan suporter yang tak henti-hentinya membakar semangat kami,” lanjutnya.


