IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

BGN Pacu Penyerapan Anggaran MBG Secara Optimal hingga Akhir Bulan.

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah berpacu dengan waktu untuk menghabiskan sisa anggaran program makan bergizi gratis (MBG) tahun 2025 sebesar Rp 71 triliun yang baru terserap 18,3 persen. Desakan ini datang seiring peringatan Kementerian Keuangan untuk menarik kembali dana yang tidak terserap, di tengah kabar mengejutkan bahwa anggaran program ini justru melonjak 471 persen menjadi Rp 335 triliun untuk tahun 2026.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, pada Rabu, 24 September 2025, menyatakan keyakinannya bahwa seluruh anggaran akan terserap pada akhir bulan ini. Menurutnya, jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang beroperasi kini mencapai 9.085, angka yang terus bertambah guna memperluas jangkauan penerima manfaat.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menegaskan pemerintah akan menarik kembali anggaran belanja kementerian dan lembaga yang tidak terserap, termasuk untuk program MBG. “Jika pada akhir Oktober kami bisa hitung dan antisipasi penyerapannya hanya akan sekian, ya kami ambil uangnya,” ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 19 September 2025. Dana tersebut, lanjutnya, akan dialokasikan untuk keperluan lain seperti mengurangi defisit atau utang negara.

Purbaya menambahkan, BGN telah menyetujui pengembalian dana yang tidak terserap. Ia menyebut kebijakan ini sebagai “stick and carrot,” di mana percepatan penyerapan dapat membuka peluang penambahan dana, namun hitungan saat ini menunjukkan hal itu tidak mungkin terjadi.

Data Kementerian Keuangan per 8 September 2025 menunjukkan penyerapan anggaran MBG baru mencapai Rp 13 triliun, atau 18,3 persen dari total pagu Rp 71 triliun. Angka ini dialokasikan untuk melayani 22,7 juta penerima manfaat melalui 7.644 SPPG.

Saham MEDS Melesat ARA, Simak Profil dan Kinerja Terkininya

Meskipun penyerapan anggaran tahun berjalan lamban, alokasi dana untuk MBG pada tahun 2026 justru melonjak drastis. Angka ini naik 471 persen dari Rp 71 triliun menjadi Rp 335 triliun. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui kenaikan tersebut dalam rapat paripurna pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2026 pada Selasa, 23 September 2025. Lonjakan anggaran ini disebabkan penetapan MBG sebagai agenda prioritas utama Presiden Prabowo Subianto.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

08

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

Berita Terbaru