Medan – Bencana banjir bandang dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem menerjang tiga provinsi di Pulau Sumatera, menewaskan puluhan orang, menghilangkan puluhan lainnya, dan memutus akses vital. Sumatera Utara menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 34 korban meninggal dunia dan 52 warga masih dalam pencarian.
Selain Sumatera Utara, Sumatera Barat juga mencatat 12 korban tewas dan 12 ribu jiwa terdampak. Kerusakan infrastruktur parah, termasuk jembatan yang ambruk dan fasilitas air bersih yang lumpuh, memperburuk kondisi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumawati, mengungkapkan setidaknya empat jembatan rusak total, menyebabkan sejumlah akses darat terputus. Pihaknya juga tengah mengidentifikasi kerusakan fasilitas air bersih yang tidak lagi berfungsi akibat bencana ini, terutama di Sumatera Barat.
Di Sumatera Utara, Diana mencatat adanya 20 titik longsor di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Namun, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melaporkan angka yang jauh lebih tinggi, mencapai 57 titik longsor hingga Kamis pagi, 27 November 2025.
Longsor tersebut memutus total jalan raya Tarutung-Sibolga, akses Pakkat-Humbang Hasandutan menuju Barus, serta jalur Batang Toru-Tapanuli Selatan. Masinton menegaskan, Tapanuli Tengah kini terisolasi total karena terputusnya akses jaringan seluler, internet, maupun listrik.
Sementara itu, di Provinsi Aceh, sembilan kabupaten dan kota terdampak banjir. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan.
Pemadaman listrik menyebabkan warga Langsa kehilangan akses komunikasi. Teuku Zulman, warga asal Aceh yang kini tinggal di Jakarta, mengaku tak dapat menghubungi keluarganya di Kecamatan Langsa Baro dan Langsa Barat sejak Rabu, 26 November 2025, pukul 14.30 WIB.
Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (Pusdalops BPBA) membenarkan kondisi lumpuh total di Kota Langsa. “Akses listrik dan internet padam,” kata Petugas Piket Fauzan pada Kamis, 27 November 2025.


