IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Bangun Kosambi Sukses Suntik Modal ke Anak Usaha, Simak Prospeknya

Jakarta, Gonesia.com – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) secara masif memperkuat struktur permodalan pada sejumlah entitas anak usaha guna menjaga momentum pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun 2026.

Langkah strategis ini dilakukan melalui suntikan modal ke PT Industri Pameran Nusantara (IPN), PT Samudra Mega Utama (SMU), serta PT Citra Kirana Bisnis Distrik (CKBD).

Sekretaris Perusahaan CBDK, Yohanes Edmond Budiman, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyetorkan modal sebesar Rp 90,10 miliar ke IPN melalui penerbitan 5,3 juta saham seri B.

Ia merinci, setelah aksi korporasi tersebut, modal disetor IPN naik menjadi Rp 2,64 triliun dengan porsi kepemilikan perseroan tetap terjaga di angka 99,99%.

Manajemen perusahaan juga melakukan peningkatan modal dasar dan modal disetor pada SMU dengan total nilai mencapai Rp 13,8 miliar.

Harga Minyak Dunia Melonjak, Ekonom Ungkap Dampaknya bagi APBN Indonesia

Ia menambahkan, setelah penerbitan saham baru tersebut, modal disetor SMU kini tercatat sebesar Rp 14,40 miliar dengan kepemilikan perseroan sebesar 99,90%.

Sebelumnya, CBDK juga telah merampungkan penambahan modal pada CKBD dengan nilai mencapai Rp 105,65 miliar.

Langkah ini memastikan modal disetor CKBD meningkat menjadi Rp 105,75 miliar dengan porsi kepemilikan tetap 99,00%.

Berbagai aksi korporasi tersebut dinilai sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis jangka panjang perusahaan.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menyatakan bahwa setoran modal ke anak usaha dan aksi beli kembali saham merupakan sinyal management confidence yang positif.

IHSG Menguat Tipis di Sesi I, Simak Proyeksi Pergerakannya

Ia menilai langkah tersebut mampu memperkuat pipeline proyek sekaligus menjadi price floor psikologis bagi saham perseroan di pasar modal.

Menurutnya, kinerja CBDK pada kuartal pertama 2026 cukup impresif dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 542 miliar atau melonjak 317% secara tahunan (year-on-year).

Namun, ia mengingatkan bahwa konfirmasi kinerja yang lebih akurat baru akan terlihat saat laporan keuangan kuartal kedua dirilis pada periode Juli hingga Agustus.

Di sisi lain, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie, memandang tren pertumbuhan CBDK sejak awal tahun tetap solid dan stabil.

Ia menuturkan, “Namun, perlu diketahui juga bahwa, kinerja pendapatan emiten properti umumnya bergantung pada timing serah terima.”

Masuk Watchlist S&P DJI, Investor Asing Masih Tahan Investasi Saham Bank

Tantangan eksternal seperti tingkat suku bunga acuan BI Rate di level 5,75% diakui masih menjadi beban bagi industri properti secara luas.

Adrian menambahkan, “Terkait sentimen negatif saat ini industri properti sedang mengalami tantangan berupa kenaikan BI rate yang dapat menghambat kinerja emiten properti, terutama yang berfokus kepada marketing sales.”

Meskipun demikian, ia merekomendasikan trading buy untuk saham CBDK dengan target harga terdekat di level Rp 3.500 per saham.

Prospek perusahaan juga didukung oleh keberlanjutan proyek strategis seperti fase 2 Tol Kataraja serta peningkatan utilisasi dari NICE.

Investor disarankan untuk tetap memperhatikan horizon investasi dalam jangka 12 hingga 18 bulan ke depan guna melihat hasil nyata dari ekspansi modal yang dilakukan saat ini.

Komentar